Outlook 2022
LP3ES: Ingkari Aspirasi Publik, Demokrasi di Indonesia Semakin Mundur
Muhajirin
Sabtu, 24 Desember 2022 - 16:30 WIB
Ruang sidang paripurna DPR RI (foto: dpr.go.id)
Direktur Pusat Studi Media dan DemokrasiLP3ES, Dr Wijayanto, mengungkapkan, demokrasi di Indonesia mengalami kemunduran. Hal itu berdasarkan outlook berupa refleksi atas situasi demokrasi di Indonesia sejak empat tahun terakhir yakni dari 2019 sampai 2022.
Riset menyusun outlook LP3ES dilaksanakan dengan diskusi 136 tokoh ilmuwan politik. 20 di antaranya dari luar negeri. Dari outlook tersebut, Wijayanto mengungkapkan kesepakatan bahwa ada kemunduran demokrasi di Indonesia.
“Mereka semuanya sepakat tentang adanya kemunduran demokrasi di Indonesia yang dirangkum dalam satu judul buku: ‘Demokrasi tanpa Demos’,” kaa Wijayanto dalam diskusi publik INDEF bertajuk Kaleidoskop Kabinet Indonesia Maju 2022, Jumat (23/12/2022).
Baca Juga: Semakin Banyak Politisi Aktif di Medsos, Ini Alasannya
Menurut Wijayanto, salah satu penyebab kemunduran itu adalah pengambil kebijakan tidak mengadopsi aspirasi publik. Tidak heran jika kebijakan-kebijakan yang populer selama 2022 adalah kebijakan yang merugikan publik seperti kelangkaan minyak goreng.
Riset menyusun outlook LP3ES dilaksanakan dengan diskusi 136 tokoh ilmuwan politik. 20 di antaranya dari luar negeri. Dari outlook tersebut, Wijayanto mengungkapkan kesepakatan bahwa ada kemunduran demokrasi di Indonesia.
“Mereka semuanya sepakat tentang adanya kemunduran demokrasi di Indonesia yang dirangkum dalam satu judul buku: ‘Demokrasi tanpa Demos’,” kaa Wijayanto dalam diskusi publik INDEF bertajuk Kaleidoskop Kabinet Indonesia Maju 2022, Jumat (23/12/2022).
Baca Juga: Semakin Banyak Politisi Aktif di Medsos, Ini Alasannya
Menurut Wijayanto, salah satu penyebab kemunduran itu adalah pengambil kebijakan tidak mengadopsi aspirasi publik. Tidak heran jika kebijakan-kebijakan yang populer selama 2022 adalah kebijakan yang merugikan publik seperti kelangkaan minyak goreng.