Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 19 April 2026
home global news detail berita

Semakin Banyak Politisi Aktif di Medsos, Ini Alasannya

Muhajirin Sabtu, 24 Desember 2022 - 15:20 WIB
Semakin Banyak Politisi Aktif di Medsos, Ini Alasannya
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Direktur Pusat Studi Media dan Demokrasi LP3ES, Dr Wijayanto, menjelaskan alasan banyak politisi saat ini aktif berselancar di media sosial. Alasannya, Pemilu 2024 diisi hampir 60% oleh generasi Z dan Gen Milenial yang aktif bermedsos.

Sosok Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil dan Erick Thohir menjadi populer di kalangan generasi Z dan Gen Milenial. Hal itu karena figur-figur tersebut memanfaatkan media sosial tiktok, dan lain-lain sebagai alat mendongkrak kepopuleran.

“Kenapa politisi repot-repot bermain di medsos tiktok dan lain-lain, karena politisi tahu betul, siapa yang memenangkan medsos maka dia kemungkinan besar adalah pemenang pemilu,” kata Wijayanto dalam diskusi publik INDEF bertajuk Kaleidoskop Kabinet Indonesia Maju 2022, Jumat (23/12/2022).

Baca Juga: Ruang Digital Penuh Konten Negatif, Pakar: Saring dengan Tabayun

Elit politik juga cenderung melakukan manipulasi opini untuk memenangkan suara publik. Bagi yang paham, akan mengerti bahwa pertarungan Pemilu 2024 sebenarnya ada di media sosial.

Di sisi lain, Wijayanto juga mengungkap alasan menteri-menteri paling populer menjelang tahun politik ternyata tokoh lebih populer daripada Kementeriannya. Hal itu menunjukkan budaya politik Indonesia secara umum masih berkutat pada tokoh atau individu.

“Ketika Anies Baswedan sebagai capres ratingnya naik, ternyata kemudian berpengaruh pada Partai Nasdem yang mendukungnya. Jokowi juga berpengaruh pada PDIP meski naik turun ratingnya. Juga dulu tokoh SBY mendongkrak elektabilitas Partai Demokrat,” ucap Wijayanto.

Baca Juga: Tangkal Berita Hoaks, Dewan Pers Bakal Gelar Pelatihan Liputan Politik

Menurut Wijayanto, hal itu menjadi catatan tersendiri. Seharusnya, kata dia, popularitas tokoh seimbang dengan lembaga yang dipimpin. Meski ditinjau dari masa depan demokrasi dan masa depan pertumbuhan ekonomi suatu negara, maka siapapun pejabatnya, sistemnya atau negaranya akan konsisten prestasinya dalam sisi demokrasi juga ekonomi.

“Jadi tidak mengandalkan pada tokoh. Pada sisi lain itu merefleksikan bangunan sistem yang masih kurang terbentuk,” ujar Wijayanto.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 19 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)