Antisipasi Gangguan Cuaca, Menhub Minta ASDP Tingkatkan Aspek Keselamatan
Redaksi
Sabtu, 24 Desember 2022 - 21:35 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat meninjau Pelabuhan Merak-Bakauheni, Sabtu (24/12/2022). (Foto: dok. Kemenhub)
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta kepada jajaran PT ASDP Indonesia Ferry dan seluruh pemangku kepentingan di sektor penyeberangan untuk meningkatkan aspek keselamatan. Hal tersebut guna mengantisipasi potensi gangguan cuaca angin dan arus laut yang bergerak kencang di masa libur natal dan tahun baru (Nataru).
"Gangguan cuaca ini akan mempengaruhi jadwal keberangkatan dan kedatangan kapal menjadi tidak pasti. Kita harus menjaga aktivitas penyeberangan dari dermaga demi keselamatan penumpang," ujar Menhub saat meninjau Pelabuhan Merak – Bakauheni, Sabtu (24/12/2022).
Pelabuhan Merak-Bakauheni merupakan salah satu titik krusial yang berpotensi terjadi kepadatan penumpang dan kendaraan yang akan menyeberang di masa libur Nataru. Untuk itu, antisipasi khusus perlu dilakukan untuk menjaga kelancarannya.
Baca Juga:Wapres Minta Instansi Kebencanaan Siapkan Mitigasi saat Libur Nataru
Dalam tinjauannya, Menhub menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama segenap pemangku kepentingan, yakni TNI, Polri, Pemerintah Daerah, PT ASDP, BMKG, dan unsur terkait lainnya. Koordinasi diperlukan guna memastikan pergerakan penumpang dan kendaraan di Pelabuhan Merak-Bakauheni berjalan dengan selamat, aman, nyaman dan juga mengedepankan aspek kesehatan.
Selain kondisi cuaca ekstrem, Menhub Budi juga menyampaikan sejumlah catatan penting lainnya. Di antaranya meminta PT ASDP sebagai pengelola pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni untuk lebih meningkatkan upaya menjaga kelancaran proses keluar masuk kendaraan ke kapal agar tidak terjadi kepadatan yang mengular.
"Untuk mendukung kelancaran keluar masuk kapal, masyarakat diimbau membeli tiket secara daring agar perjalanan lebih lancar dan nyaman," kata Menhub.
"Gangguan cuaca ini akan mempengaruhi jadwal keberangkatan dan kedatangan kapal menjadi tidak pasti. Kita harus menjaga aktivitas penyeberangan dari dermaga demi keselamatan penumpang," ujar Menhub saat meninjau Pelabuhan Merak – Bakauheni, Sabtu (24/12/2022).
Pelabuhan Merak-Bakauheni merupakan salah satu titik krusial yang berpotensi terjadi kepadatan penumpang dan kendaraan yang akan menyeberang di masa libur Nataru. Untuk itu, antisipasi khusus perlu dilakukan untuk menjaga kelancarannya.
Baca Juga:Wapres Minta Instansi Kebencanaan Siapkan Mitigasi saat Libur Nataru
Dalam tinjauannya, Menhub menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama segenap pemangku kepentingan, yakni TNI, Polri, Pemerintah Daerah, PT ASDP, BMKG, dan unsur terkait lainnya. Koordinasi diperlukan guna memastikan pergerakan penumpang dan kendaraan di Pelabuhan Merak-Bakauheni berjalan dengan selamat, aman, nyaman dan juga mengedepankan aspek kesehatan.
Selain kondisi cuaca ekstrem, Menhub Budi juga menyampaikan sejumlah catatan penting lainnya. Di antaranya meminta PT ASDP sebagai pengelola pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni untuk lebih meningkatkan upaya menjaga kelancaran proses keluar masuk kendaraan ke kapal agar tidak terjadi kepadatan yang mengular.
"Untuk mendukung kelancaran keluar masuk kapal, masyarakat diimbau membeli tiket secara daring agar perjalanan lebih lancar dan nyaman," kata Menhub.