LANGIT7.ID, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres)
KH Ma'ruf Amin meminta instansi kebencanaan menyiapkan mitigasi di tengah musim Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022). Arahan itu menanggapi pernyataan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem di akhir tahun.
"Pemerintah terus mengingatkan baik pada lembaga yang di pusat BNPB maupun di pemerintah daerah. Terutama daerah-daerah yang biasa dilanda bencana banjir, longsor, termasuk gempa juga supaya terus mempersiapkan diri untuk antisipasi," kata Wapres, dikutip Sabtu (24/12/2022).
Menurut Wapres, akhir tahun kerap ditandai dengan curah hujan yang tinggi. Untuk itu, dia menegaskan kepada seluruh jajaran terkait untuk bersama-sama memantau perkembangan curah hujan yang terjadi serta mempersiapkan
mitigasi bencana yang diperlukan.
Baca Juga: Mendag Pastikan Tak Ada Kenaikan Harga Bapok Jelang Nataru"Kita siapkan antisipasi dan juga memang kalau daerah yang sangat berbahaya itu sudah harus direlokasi, kalau tidak korbannya akan terulang lagi di daerah yang lebih aman supaya tidak terjadi korban lagi. Pekerjaan bukan didadak tapi dilakukan sistematis, terencana," ujar Ma'ruf Amin.
Senada dengan hal tersebut, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengimbau masyarakat untuk mewaspadai adanya potensi
cuaca ekstrem yang diprediksi oleh BMKG terjadi di akhir tahun bersamaan dengan masa libur natal dan tahun baru. Pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga untuk menjaga kondusifitas pergerakan masyarakat.
"Kami telah berkoordinasi dengan BMKG dan BNPB untuk mengantisipasi potensi cuaca yang tidak bersahabat pada akhir tahun. Pada tahun 2020, kita ada suatu masalah banjir di jalur tol," ucap Menhub saat melakukan pemantauan jalur tol Jakarta-Cikampek, Jumat (23/12).
Baca Juga: Menhub Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem di Akhir Tahun"Untuk itu saya mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada adanya resiko banjir. Kalau tidak terlalu penting untuk bepergian, sebaiknya rekreasi di Jakarta saja," tambahnya.
Guna mengantisipasi terjadinya kepadatan dan menanggulangi risiko banjir, Menhub juga berkoordinasi dengan berbagai pihak. Mulai dari kepolisian, BMKG, Kementerian PUPR, Jasa Marga, dan unsur lainnya.
Untuk menanggulangi cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan resiko banjir di jalan tol, beberapa upaya yang dilakukan yaitu membuat gorong-gorong dan melakukan rekayasa pembuatan hujan.
Baca Juga:
Libur Nataru Diprediksi Membludak, Bandara Halim Berlakukan Tes PCR
Liburan Naik Mobil Listrik, Cek 9 Lokasi SPKLU di Rest Area Tol Jawa(gar)