LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub)
Budi Karya Sumadi mengigatkan kepada masyarakat untuk mewaspadai adanya potensi cuaca ekstrem di akhir tahun. Hal itu menanggapi pernyataan Badan Meteorolog, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi potensi cuaca ekstrem jelang libur natal dan tahun baru (Nataru).
Menhub Budi Karya menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BMKG, BNPB, Kementrian PUPR dan kepolisian terkait
cuaca ekstrem ini. Dia tidak ingin seperti tahun sebelumnya terjadi banjir di ruas jalan tol akibat cuaca buruk.
"Saya mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada adanya resiko banjir. Kalau tidak terlalu penting untuk bepergian, sebaiknya rekreasi di Jakarta saja," kata Menhub saat melakukan pemantauan jalur Tol Jakarta-Cikampek, Jumat (23/12/2022).
Baca Juga: Libur Nataru Diprediksi Membludak, Bandara Halim Berlakukan Tes PCRGuna mengantisipasi terjadinya kepadatan lalu lintas, telah disiapkan pemberlakukan manajemen rekayasa lalu lintas, seperti
one way atau
contra flow. Kebijakan itu nantinya akan diatur oleh Korlantas Polri.
"Korlantas Polri memiliki kewenangan untuk menerapkan rekayasa lalu lintas di lapangan. Namun, saya minta rekan-rekan kepolisian dalam menerapkan rekayasa lalin juga memperhatikan dampak yang akan terjadi di cabang-cabang jalan lainnya dan juga jalur di arah balik," ucap Menhub.
Dari hasil pantauan Menhub Budi Karya, jalur Tol Jakarta, Cikampek hingga Semarang, menjadi salah satu titik krusial terjadinya kepadatan di masa libur
nataru. Sejumlah jalur tol baru yang perlu diantisipasi terjadi kepadatan yaitu Cisumdawu dan Jakarta Cikampek 2, yang berpotensi terjadi kepadatan.
Selain itu, beberapa titik jalan juga menjadi perhatian karena berpotensi terjadi banjir karena adanya cuaca ekstrem di akhir tahun, yakni di Km 136, Km 151, dan jalan nasional di Jembatan Sungai Cipunegara, Subang.
Baca Juga: Liburan Naik Mobil Listrik, Cek 9 Lokasi SPKLU di Rest Area Tol Jawa"Jalur tol dari Jakarta sampai ke Semarang kita prediksi akan terjadi kepadatan. Dari pemantauan kami lewat udara, terlihat peningkatan sudah terjadi namun belum ada kemacetan atau lalu lintas yang tersendat," ujar Menhub.
Selanjutnya, Menhub juga memberikan imbauan kepada masyarakat yang bepergian menggunakan sepeda motor agar berhati-hati dan tetap mengutamakan keselamatan.
"Sebaiknya jangan melakukan perjalanan lebih dari 100 km. Karena dari statistik menunjukkan kecelakaan jalan tertinggi melibatkan para pengguna sepeda motor," tutur Menhub.
Baca Juga:
Pemprov DKI Siapkan TMII Sebagai Puncak Perayaan Tahun Baru
BMKG: Waspadai Cuaca Ekstrem saat Akhir Tahun per 21-27 Desember(gar)