Bupati Cianjur Bantah Laporan Dugaan Penyelewengan Bantuan Gempa
Ummu hani
Selasa, 27 Desember 2022 - 12:50 WIB
Gempa Cianjur. Foto: Istimewa.
Bupati Cianjur Herman Suherman membantah dugaan penyelewengan bantuan bencana gempa dari Emirates Red Crescent. Menurutnya, penyaluran logistik bantuan langsung masuk ke Pemerintah Kabupaten dan tercatat oleh petugas.
"Yang namanya bantuan itu, mohon maaf tidak mungkin dijual oleh bupati ke pasar. Mana ada bupati jual bantuan ke pasar. Bupati banyak kerjaan yang lain," ujar Herman, dalam keterangannya di Instagram, dikutip Selasa (27/12/2022).
Baca juga: Menag Serahkan Rp34,7 Miliar Bantuan ASN untuk Penyintas Cianjur
Herman menyebut jika dirinya terlalu naif jika menjual bantuan. Ia menyadari masyarakat berduka akibat bencana. "Terlalu naif lah kalau saya menjual barang bantuan, warga Cianjur kasihan," ucapnya.
Herman menegaskan, sejak awal ia mengimbau perangkat daerah untuk tidak mengurangi bantuan, bahkan kalau bisa ditambah.
"Saya sudah sering sampaikan, awas bantuan jangan dikurangi, kita harusnya menambah untuk teman-teman di lapangan. Kalau ada yang korupsi, itu hukumannya mati. Hati-hati (dana bantuan) jangan sampai disalahgunakan," ucap dia.
Terkait laporannya di KPK, Herman mengatakan tidak mengambil langkah terlalu cepat. Pihaknya akan menunggu jika nantinya dimintai keterangan.
"Yang namanya bantuan itu, mohon maaf tidak mungkin dijual oleh bupati ke pasar. Mana ada bupati jual bantuan ke pasar. Bupati banyak kerjaan yang lain," ujar Herman, dalam keterangannya di Instagram, dikutip Selasa (27/12/2022).
Baca juga: Menag Serahkan Rp34,7 Miliar Bantuan ASN untuk Penyintas Cianjur
Herman menyebut jika dirinya terlalu naif jika menjual bantuan. Ia menyadari masyarakat berduka akibat bencana. "Terlalu naif lah kalau saya menjual barang bantuan, warga Cianjur kasihan," ucapnya.
Herman menegaskan, sejak awal ia mengimbau perangkat daerah untuk tidak mengurangi bantuan, bahkan kalau bisa ditambah.
"Saya sudah sering sampaikan, awas bantuan jangan dikurangi, kita harusnya menambah untuk teman-teman di lapangan. Kalau ada yang korupsi, itu hukumannya mati. Hati-hati (dana bantuan) jangan sampai disalahgunakan," ucap dia.
Terkait laporannya di KPK, Herman mengatakan tidak mengambil langkah terlalu cepat. Pihaknya akan menunggu jika nantinya dimintai keterangan.