Mayoritas Masih Rentan Finansial, Milenial Butuh Perencanaan Keuangan
Muhajirin
Rabu, 28 Desember 2022 - 22:35 WIB
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Wakil Dekan 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Widayat, menilai anak muda sangat penting memiliki perencanaan keuangan (financial planning) masa depan.
Berdasarkan Survei nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) pada 2019, indeks literasi keuangan di Indonesia hanya sebesar 38,03% dan indeks inklusi keuangan sebesar 76,199%. Data itu menunjukkan tingkat literasi keuangan di Indonesia masih rendah.
Sementara, survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, mayoritas milenial sangat rentan dalam finansial. Dari pendapatan bulanan, anak milenial rata-rata hanya menabung 10.7% dari total pendapatan, dan 51.1% habis untuk kebutuhan bulanan.
Baca Juga: Pondasi Finansial Kuat, Pakar Keuangan: Diskusi dengan Pasangan
Maka itu, Widayat, menilai sangat penting bagi anak muda menjadi pribadi yang cakap mengelola keuangan dan merencanakan keuangan. Financial planning adalah proses mencapai tujuan-tujuan keuangan seseorang melalui manajemen keuangan secara terintegrasi dan terencana.
Berdasarkan Survei nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) pada 2019, indeks literasi keuangan di Indonesia hanya sebesar 38,03% dan indeks inklusi keuangan sebesar 76,199%. Data itu menunjukkan tingkat literasi keuangan di Indonesia masih rendah.
Sementara, survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, mayoritas milenial sangat rentan dalam finansial. Dari pendapatan bulanan, anak milenial rata-rata hanya menabung 10.7% dari total pendapatan, dan 51.1% habis untuk kebutuhan bulanan.
Baca Juga: Pondasi Finansial Kuat, Pakar Keuangan: Diskusi dengan Pasangan
Maka itu, Widayat, menilai sangat penting bagi anak muda menjadi pribadi yang cakap mengelola keuangan dan merencanakan keuangan. Financial planning adalah proses mencapai tujuan-tujuan keuangan seseorang melalui manajemen keuangan secara terintegrasi dan terencana.