China Minta Warganya di Afghanistan Patuhi Aturan Islami
Fajar adhitya
Senin, 23 Agustus 2021 - 14:00 WIB
Afghanistan Foto Anadolu Agency
Mengikuti dinamika di Afghanistan, Kedutaan Besar China di Kabul, akhir pekan lalu mendesak warganya yang ada di sana mematuhi kebiasaan Islam, termasuk aturan berpakaian dan makan di depan umum.
Dalam imbauan yang dikeluarkan untuk semua warga negara China di negara itu, kedutaan juga menyeru untuk menjaga jarak dari Bandara Internasional Hamid Karzai Kabul dan lokasi kacau lainnya.
Bulan lalu Menteri Luar Negeri China Wang Yi menggelar pertemuan dengan delegasi Taliban di kota pelabuhan China utara Tianjin. Dalam pertemuan itu dia berharap Afghanistan dapat mengadopsi kebijakan Islam moderat.
Dilansir India Today, Ahad (22/8), pada Kamis, Juru Bicara Taliban, Suhail Shaheen mengatakan China dipersilakan berkontribusi pada pembangunan kembali Afghanistan. Langkah itu diambil karena China dipandang telah memainkan peran konstruktif dalam mempromosikan perdamaian dan rekonsiliasi di negara itu.
“China adalah negara besar dengan ekonomi dan kapasitas yang besar. Saya pikir mereka dapat memainkan peran yang sangat besar dalam pembangunan kembali, rehabilitasi, rekonstruksi Afghanistan,” kata Suhail Shaheen kepada televisi CGTN yang berbasis di China dalam sebuah wawancara.
China memang tidak eperti Rusia dan Amerika Serikat. Postur Negeri Tirai Bambu kian kuat di sana mungkin lantaran fakta mereka tidak berperang di Afghanistan ketika berurusan dengan Taliban.
Sebelumnya, Taliban mengambil alih negara itu pada Ahad pekan lalu ketika AS sedang menyelesaikan penarikan pasukan, diplomat, dan warga Afghanistan yang bekerja dengan koalisi selama 20 tahun terakhir.
Dalam imbauan yang dikeluarkan untuk semua warga negara China di negara itu, kedutaan juga menyeru untuk menjaga jarak dari Bandara Internasional Hamid Karzai Kabul dan lokasi kacau lainnya.
Bulan lalu Menteri Luar Negeri China Wang Yi menggelar pertemuan dengan delegasi Taliban di kota pelabuhan China utara Tianjin. Dalam pertemuan itu dia berharap Afghanistan dapat mengadopsi kebijakan Islam moderat.
Dilansir India Today, Ahad (22/8), pada Kamis, Juru Bicara Taliban, Suhail Shaheen mengatakan China dipersilakan berkontribusi pada pembangunan kembali Afghanistan. Langkah itu diambil karena China dipandang telah memainkan peran konstruktif dalam mempromosikan perdamaian dan rekonsiliasi di negara itu.
“China adalah negara besar dengan ekonomi dan kapasitas yang besar. Saya pikir mereka dapat memainkan peran yang sangat besar dalam pembangunan kembali, rehabilitasi, rekonstruksi Afghanistan,” kata Suhail Shaheen kepada televisi CGTN yang berbasis di China dalam sebuah wawancara.
China memang tidak eperti Rusia dan Amerika Serikat. Postur Negeri Tirai Bambu kian kuat di sana mungkin lantaran fakta mereka tidak berperang di Afghanistan ketika berurusan dengan Taliban.
Sebelumnya, Taliban mengambil alih negara itu pada Ahad pekan lalu ketika AS sedang menyelesaikan penarikan pasukan, diplomat, dan warga Afghanistan yang bekerja dengan koalisi selama 20 tahun terakhir.