Kabupaten Muba Mulai Sekolah Tatap Muka Terbatas
Rio adi pratama
Senin, 23 Agustus 2021 - 15:11 WIB
Aktifitas Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas bagi jenjang SD dan SMP sederajat di Kabupaten Muba dimulai, Senin (23/8). (foto: Rio Adi)
Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) memulai aktifitas Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas bagi jenjang SD dan SMP sederajat, Senin (23/8).
Bupati Muba, Dodi Reza Alex memantau secara langsung beberapa SD dan SMP di Kota Sekayu. Di antaranya SD Negeri 3 Sekayu dan SMP Negeri 1 Sekayu.
“Alhamdulillah, hasil peninjauan kali ini semuanya berjalan sesuai ketentuannya. Sekolah sudah melaksanakan ketentuan yang ada. Siswa sudah menggunakan masker, tempat cuci tangan sudah ada dan siswa di kelas juga diberi jarak,” ujar Dodi saat memantau hari pertama tatap muka sekolah, Senin (23/8) .
Menurutnya, dimulainya sekolah PTM terbatas tersebut merupakan simbol hasil dari perjuangan selama ini untuk mengupayakan PTM terbatas. Setelah kriteria dan syarat yang telah ditetapkan bersama, hari ini peserta didik SD dan SMP di wilayahnya yang sudah memenuhi kriteria dan syarat bisa melaksanakan sekolah PTM terbatas.
Baca juga:Belum Kantongi Izin SMK Batik 2 Surakarta Batalkan Tatap Muka
“Hari ini kita lihat langsung, bagaimana anak-anak SD dan SMP dengan semangatnya bisa belajar di sekolah dan tentu dengan segala upaya telah dilakukan pihak sekolah dan harapan semua orang tua telah direalisasikan,” kata dia.
Pihaknya pun berharap setelah sebulan berjalan pemerintah kabupaten setempat akan mengevaluasi kembali pelaksanaan tersebut. Kemungkinan jam belajar ditambah, lalu frekuensi atau ada hal-hal yang menjadi pelajaran bagi kita untuk memeperbaiki kondisi kedepan, sehingga bobot pembelajaran secara fisik di sekolah tersebut bisa lebih besar dibanding sekolah daring, dengan syarat jangan sampai kasus-kasus timbul dari pembelajaran di sekolah itu.
Bupati Muba, Dodi Reza Alex memantau secara langsung beberapa SD dan SMP di Kota Sekayu. Di antaranya SD Negeri 3 Sekayu dan SMP Negeri 1 Sekayu.
“Alhamdulillah, hasil peninjauan kali ini semuanya berjalan sesuai ketentuannya. Sekolah sudah melaksanakan ketentuan yang ada. Siswa sudah menggunakan masker, tempat cuci tangan sudah ada dan siswa di kelas juga diberi jarak,” ujar Dodi saat memantau hari pertama tatap muka sekolah, Senin (23/8) .
Menurutnya, dimulainya sekolah PTM terbatas tersebut merupakan simbol hasil dari perjuangan selama ini untuk mengupayakan PTM terbatas. Setelah kriteria dan syarat yang telah ditetapkan bersama, hari ini peserta didik SD dan SMP di wilayahnya yang sudah memenuhi kriteria dan syarat bisa melaksanakan sekolah PTM terbatas.
Baca juga:Belum Kantongi Izin SMK Batik 2 Surakarta Batalkan Tatap Muka
“Hari ini kita lihat langsung, bagaimana anak-anak SD dan SMP dengan semangatnya bisa belajar di sekolah dan tentu dengan segala upaya telah dilakukan pihak sekolah dan harapan semua orang tua telah direalisasikan,” kata dia.
Pihaknya pun berharap setelah sebulan berjalan pemerintah kabupaten setempat akan mengevaluasi kembali pelaksanaan tersebut. Kemungkinan jam belajar ditambah, lalu frekuensi atau ada hal-hal yang menjadi pelajaran bagi kita untuk memeperbaiki kondisi kedepan, sehingga bobot pembelajaran secara fisik di sekolah tersebut bisa lebih besar dibanding sekolah daring, dengan syarat jangan sampai kasus-kasus timbul dari pembelajaran di sekolah itu.