home wirausaha syariah

Kagama Dorong UMKM Melakukan Transformasi Digital untuk Bisa Bertahan di Tengah Pandemi

Senin, 23 Agustus 2021 - 19:15 WIB
Ilustrasi transformasi digital pelaku UMKM. Foto: Langit7/Istock
Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) menilai UMKM memiliki potensi yang cukup besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Sehingga mendorong sektor UMKM untuk meningkatkan penjualan, termasuk menjangkau pasar ekspor dan menopang rantai pasok industri.

Ketua Umum PP Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama), yang juga Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyebutkan, posisi UMKM dalam perekonomian nasional memiliki jumlah unit usaha yang besar. Selain itu, UMKM mampu berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja dan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

“Bayangkan jika tidak ada UMKM, maka tidak mungkin saat ini pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan untuk penduduk kita, maka UMKM menjadi hal yang sangat penting. Kontribusi lain UMKM adalah telah terbukti dapat menjadi katup pengaman pada saat terjadi krisis ekonomi di Indonesia. UMKM termasuk bidang ternyata mampu bertahan untuk tetap berjalan dan bisa menggulirkan perekonomian,” jelasnya dalam Webinar Perempuan dan Pengelolaan UMKM, Minggu (22/8).

Baca juga:Live Shopping UKM, Program Pemerintah Dorong Pertumbuhan UMKM di Era Digital

Produk UMKM dinilai memiliki kualitas yang cukup baik dan mampu bersaing di pasaran. Namun, belum meratanya penggunaan tren digital di kalangan UMKM menjadi kendala tersendiri untuk meningkatkan penjualan.

Saat situasi pandemi Covid-19 ini, merupakan momentum yang perlu dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk bisa bertansformasi menggunakan pemasaran online. Sehingga, akan menciptakan ruang dan peluang yang lebih luas.

“Tahun 2020, kami mencatat kurang lebih 750 UMKM di Jawa Tengah mendapatkan pukulan keras akibat pandemi Covid-19. Sampai dengan hari ini, sekarang sudah sekitar 35 ribuan, lebih keras lagi pukulannya. Ternyata kendala tertinggi sebesar 47,79 persen ada pada persoalan pemasaran. Kedua, adalah soal pembiayaan sebesar 25,7 persen, dan ketiga, sebesar 17 persen mengatakan terkendala akan produksi,” jelasnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
kagama umkm transformasi transformasi digital pandemi covid-19
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya