LANGIT7.ID, Jakarta - Pandemi Covid-19 berdampak di seluruh sektor, salah satunya menjadi penyebab perubahan pola konsumsi masyarakat dengan menggunakan digital. Masyarakat saat ini lebih suka berbelanja secara daring karena adanya pembatasan mobilitas, juga didukung oleh penetrasi pengguna internet dan perkembangan teknologi seluler.
Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah Kemenkop UKM, Hanung Harimba Rachman mengatakan, kegiatan yang bersangkutan dengan tren digital tidak hanya dimanfaatkan oleh generasi milenial saja, melainkan juga generasi lain yang juga teseret arus tren digital. Di mana para konsumen saat ini memanfaatkan aplikasi
e-commerce untuk berbelanja online.
Baca juga:
Lantik Deputi Kewirausahaan, Teten: Rasio Kewirausahaan Indonesia 4 Persen 2024Bank Indonesia mencatat transaksi ekonomi dan keuangan digital tumbuh pesat seiring meningkatnya preferensi masyarakat untuk belanja online. Hal ini juga didukung dengan adanya perluasan dan kemudahan dan sistem pembayaran, serta akselerasi digital banking.
“Ada peluang yang cukup besar di mana penambahan pengguna internet baru pada masa pandemi mencapai 77 persen. Dari survey yang ada, tercatat 93 persen masyarakat yang sudah menggunakan internet untuk bertransaksi akan tetap menggunakannya untuk kebutuhan belanja mereka ke depan,” ujarnya di acara
Live Shopping Produk UKM Provinsi Jawa Tengah,Bangkit Bersama UKM Indonesia, Senin (23/8).
.
Saat ini masyarakat menghabiskan waktu antara 4,3 hingga 4,7 jam per hari untuk menggunakan internet. Sehingga bisa dikatakan, angka tersebut menunjukkan aktivitas masyarakat dalam menggunakan internet sangat intensif.
“Ini merupakan indikasi baik, juga banyak sekali
platform e-commerce yang tumbuh dan menghadirkan kemudahan. Tren belanja melalui e-commerce menjadi peluang bagi UMKM untuk memasarkan dan mengembangkan bisnisnya. Pemanfaatan e-commerce juga dilakukan guna menjangkau pangsa pasar yang lebih dan adaptif seperti saat kondisi pandemi sekarang,” ujarnya.
Hanung mengatakan,
e-commerce harus dipertimbangkan sebagai salah satu media pemasaran dan penjualan bagi pelaku UMKM yang memberikan kemudahan. Antara lain meningkatkan pangsa pasar, menekan biaya operasional, memberikan informasi produk dan kemudahan dalam bertransaksi.
Manfaatnya juga diharapkan bisa terus berkembang setelah masa pasca-pandemi nanti. Banyak kelebihan yang ditawarkan e-commerce dalam mengembangkan UMKM, tapi bukan berarti tanpa kendala.
“Kendala bagi pelaku UMKM, salah satunya yaitu penguasaan teknologi yang masih rendah. Juga adanya keengganan dalam mengoptimalkan e-commerce dalam bisnis mereka. Banyak yang masih gagap teknologi dan malas menggunakan teknologi baru, padahal para pelaku UMKM harus pro aktif dalam mempelajari perkembangan teknologi baru demi kemajuan bisnis,” ujarnya.
Baca juga: Dukung Pemerintah, Grab Kerja Sama dengan UMKM Pengadaan Barang dan JasaDalam rangka mendukung hal tersebut Kemenkop UKM bersama dengan pemerintah daerah dan
platform e-commerce blibli menyelenggarakan kegiatan Live Shopping UKM untuk mendorong UMKM dalam digitalisasi produk, on boarding, serta memasarkan dan mempromosikan produknya melalui platform
e-commmerce.
Inisiasi ini juga dikaitkan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang dicanangkah oleh Presiden Joko Widodo, guna mendorong pelibatan UMKM dalam dunia digital khususnya
e-commerce. Kegiatan Live Shopping UKM, akan mengangkat produk UKM dari Jawa Tengah, melalui kegiatan ini diharapkan pelaku UKM dapat segera go digital dan
on boarding di e-commerce.
“Harapan kami kegiatan ini dapat menghasilkan penjualan yang sama baiknya atau bahkan lebih baik dari live shopping sebelumnya. Dari data BI, Nilai transaksi
e-commerce selama semester I tahun 2020 meningkat 63,36 persen (yoy) atau senilai Rp186,7 triliun dan diproyeksikan meningkat 48,4 persen (yoy) pada 2021 atau senilai Rp395 triliun,” imbuhnya.
(zul)