Petisi WFH Muncul Akibat Rasa Nyaman Bekerja dari Rumah
Fifiyanti Abdurahman
Jum'at, 06 Januari 2023 - 09:34 WIB
Ilustrasi bekerja dari rumah. Foto: LANGIT7/iStock
Petisi meminta untuk mengembalikan sistem Work From Home (WFH) belakangan viral di jagat maya. Terhitung hingga Jumat (6/1/2023) sudah 19.540 ribu orang yang menandatanganinya.
Adapun penyebab adanya petisi yang dibuat oleh Riwaty Sidabutar itu karena masyarakat menganggap Work From Office (WFO) menyebabkan jalan semakinmacet, polusi makin bertambah dan membuat karyawan tidak produktif.
Dalam petisi tersebut, Riwaty meminta kepada perusahaan untuk mengkai kembali aturan WFO 100 persen.
Baca juga: 18.381 Ribu Orang Tanda Tangan Petisi Kembalikan WFH, Ini Kata Pengamat
Menanggapi ini, Praktisi HR, Dhea Rizky Ardin mengaku munculnya petisi kembalikan WFH adalah hal yang wajar, terlebih setelah hampir tiga tahun merasakan nyamannya bekerja dari rumah.
Dhea melihat perbedaan cara hidup beberapa tahun belakangan yang dinilai erat kaitannya dengan petisi tersebut.
"Di sini kita melihat ada perbedaan cara hidup dalam waktu 3 tahun belakangan. Dari yang biasa offline kemudian tiba-tiba muncul pandemi sehingga harus online dan semua bekerja di rumah. Terus sudah mulai terbiasa tiba-tiba diminta untuk masuk. Jadi kan ada perubahan yang tiba-tiba dalam waktu kurun 3 tahun," ujar Dhea kepada Langit7, Kamis (5/1/2022).
Adapun penyebab adanya petisi yang dibuat oleh Riwaty Sidabutar itu karena masyarakat menganggap Work From Office (WFO) menyebabkan jalan semakinmacet, polusi makin bertambah dan membuat karyawan tidak produktif.
Dalam petisi tersebut, Riwaty meminta kepada perusahaan untuk mengkai kembali aturan WFO 100 persen.
Baca juga: 18.381 Ribu Orang Tanda Tangan Petisi Kembalikan WFH, Ini Kata Pengamat
Menanggapi ini, Praktisi HR, Dhea Rizky Ardin mengaku munculnya petisi kembalikan WFH adalah hal yang wajar, terlebih setelah hampir tiga tahun merasakan nyamannya bekerja dari rumah.
Dhea melihat perbedaan cara hidup beberapa tahun belakangan yang dinilai erat kaitannya dengan petisi tersebut.
"Di sini kita melihat ada perbedaan cara hidup dalam waktu 3 tahun belakangan. Dari yang biasa offline kemudian tiba-tiba muncul pandemi sehingga harus online dan semua bekerja di rumah. Terus sudah mulai terbiasa tiba-tiba diminta untuk masuk. Jadi kan ada perubahan yang tiba-tiba dalam waktu kurun 3 tahun," ujar Dhea kepada Langit7, Kamis (5/1/2022).