Hikmah Bilangan Rakaat Shalat 5 Waktu yang Berbeda-beda
Fajar adhitya
Selasa, 24 Agustus 2021 - 04:00 WIB
Ilustrasi shalat berjamaah. (Foto: iStock).
Dalam sehari, seorang muslim wajib mendirikan shalat sebanyak 17 rakaat yang terbagi dalam Shalat Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. Kewajiban shalat lima waktu ini merupakan perintah langsung dari Allah saat Rasulullah menjalani Isra Mi’raj.
Ulama sepakat shalat lima waktu dalam sehari ini sifatnya ta'abbudiy (peribadahan) yang tidak perlu dicari alasan rasionalitasnya, temasuk soal bilangan rakaat pada masing-masing waktu. Meski demikian, ulama coba menggali hikmah di balik jumlah rakaat shalat wajib.
Syekh Nawawi Al Bantani dalam Sullam Al Munajat (Edisi Terjemahan: Tuntunan Shalat Khusyuk, 2015) mengatakan, shalat lima waktu adalah bentuk rasa syukur seorang hamba kepada Allah atas segala karunia yang telah diberikan. Karunia itu dapat dirasakan karena Allah juga menyempurnakan manusia dengan berbagai indra, yakni peraba, penciuman, perasa, pendengaran, dan penglihatan.
2 Rakaat Shalat Subuh
Dua rakaat Shalat Subuh dapat diambil hikmahnya sebagai bentuk syukur atas indra peraba. Sehingga manusia bisa merasakan hal yang bersifat halus dan kasar, serta untuk menghapus dosa yang datang dari kedua hal tersebut.
4 Rakaat Shalat Dzuhur
Shalat Dzuhur berjumlah empat rakaat karena indra penciuman manusia menghirup aroma dari empat arah. Empat rakaat pada waktu dzuhur didirikan sebagai bentuk rasa syukur seorang hamba atas nikmat tersebut dan menghapus dosa yang timbul darinya.
Ulama sepakat shalat lima waktu dalam sehari ini sifatnya ta'abbudiy (peribadahan) yang tidak perlu dicari alasan rasionalitasnya, temasuk soal bilangan rakaat pada masing-masing waktu. Meski demikian, ulama coba menggali hikmah di balik jumlah rakaat shalat wajib.
Syekh Nawawi Al Bantani dalam Sullam Al Munajat (Edisi Terjemahan: Tuntunan Shalat Khusyuk, 2015) mengatakan, shalat lima waktu adalah bentuk rasa syukur seorang hamba kepada Allah atas segala karunia yang telah diberikan. Karunia itu dapat dirasakan karena Allah juga menyempurnakan manusia dengan berbagai indra, yakni peraba, penciuman, perasa, pendengaran, dan penglihatan.
2 Rakaat Shalat Subuh
Dua rakaat Shalat Subuh dapat diambil hikmahnya sebagai bentuk syukur atas indra peraba. Sehingga manusia bisa merasakan hal yang bersifat halus dan kasar, serta untuk menghapus dosa yang datang dari kedua hal tersebut.
4 Rakaat Shalat Dzuhur
Shalat Dzuhur berjumlah empat rakaat karena indra penciuman manusia menghirup aroma dari empat arah. Empat rakaat pada waktu dzuhur didirikan sebagai bentuk rasa syukur seorang hamba atas nikmat tersebut dan menghapus dosa yang timbul darinya.