Prof Amany Lubis, Wanita Kelahiran Mesir Jadi Rektor Perempuan Pertama UIN Jakarta
Muhajirin
Senin, 23 Agustus 2021 - 23:00 WIB
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Prof. Amany Lubis, Lc, MA (foto: uinjkt.ac.id)
Nama Prof. Dr. Amany Burhanuddin Lubis, Lc. MA. mulai dikenal secara lebih luas publik Indonesia saat dilantik menjadi rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta periode 2019-2023. Pertama kali dalam sejarah IAIN hingga menjadi UIN Jakarta, dinahkodai seorang rektor perempuan.
Wanita kelahiran Kairo, Mesir, 22 Desember 1963 itu menempuh pendidikan dasar hingga strata 1 di negeri piramida. Ia meraih gelar lulusan terbaik Licence Universitas Al-Azhar, Kairo, jurusan Sastra Inggris pada 1988. Setelah itu, ia melanjutkan strata II di UIN Jakarta dengan konsentrasi Sejarah Peradaban Islam.
Pada 2002, ia meraih gelar Doktor Pengkajian Islam/Sejarah Kebudayaan Islam dan meraih disertasi terbaik kedua nasional di lingkungan Departemen Agama RI. Pada 2006, ia meraih gelar Profesor Politik Islam. Kemudian mendapatkan Satyalencana Karyabhakti 20 tahun pada 2016.
Perjalanan Karir
Sebelum menjadi rektor, wanita yang akrab disapa Amany itu pernah menjabat sebagai sekretaris senat Universitas di UIN Jakarta. Pada periode 2003-2009, ia menjabat sebagai pembantu dekan bidang administrasi umum Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Jakarta sekaligus mengampu mata kuliah tarikh tasyri’ atau sejarah politik Islam. Dari situ, ia dianugerahi penghargaan sebagai dosen wanita terbaik wanita Fakultas FDI.
Mengutip laman bincangsyariah, pada 2011-2013 Prof Amany diangkat menjadi deputi direktur sekolah pascasarjana bidang pengembangan kelembagaan.
Prof Amany tak hanya meniti karir di lingkungan UIN Jakarta, sejak 2009 ia aktif sebagai dosen sekolah kajian stratejik dan global pascasarjana Kajian Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia (UI). Tak hanya itu, ia lulus dengan pujian program pendidikan singkat (PPSA) XVIII dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) pada 2012. Pada 2013, mengampu program Pascasarjana Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan hingga saat ini.
Wanita kelahiran Kairo, Mesir, 22 Desember 1963 itu menempuh pendidikan dasar hingga strata 1 di negeri piramida. Ia meraih gelar lulusan terbaik Licence Universitas Al-Azhar, Kairo, jurusan Sastra Inggris pada 1988. Setelah itu, ia melanjutkan strata II di UIN Jakarta dengan konsentrasi Sejarah Peradaban Islam.
Pada 2002, ia meraih gelar Doktor Pengkajian Islam/Sejarah Kebudayaan Islam dan meraih disertasi terbaik kedua nasional di lingkungan Departemen Agama RI. Pada 2006, ia meraih gelar Profesor Politik Islam. Kemudian mendapatkan Satyalencana Karyabhakti 20 tahun pada 2016.
Perjalanan Karir
Sebelum menjadi rektor, wanita yang akrab disapa Amany itu pernah menjabat sebagai sekretaris senat Universitas di UIN Jakarta. Pada periode 2003-2009, ia menjabat sebagai pembantu dekan bidang administrasi umum Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Jakarta sekaligus mengampu mata kuliah tarikh tasyri’ atau sejarah politik Islam. Dari situ, ia dianugerahi penghargaan sebagai dosen wanita terbaik wanita Fakultas FDI.
Mengutip laman bincangsyariah, pada 2011-2013 Prof Amany diangkat menjadi deputi direktur sekolah pascasarjana bidang pengembangan kelembagaan.
Prof Amany tak hanya meniti karir di lingkungan UIN Jakarta, sejak 2009 ia aktif sebagai dosen sekolah kajian stratejik dan global pascasarjana Kajian Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia (UI). Tak hanya itu, ia lulus dengan pujian program pendidikan singkat (PPSA) XVIII dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) pada 2012. Pada 2013, mengampu program Pascasarjana Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan hingga saat ini.