Kaven Siddique Lim, Remaja Thionghoa Temukan Hidayah dan Makna Kehidupan
Hasanah syakim
Rabu, 11 Januari 2023 - 09:00 WIB
Kaven Siddique Lim, Remaja Thionghoa Temukan Hidayah dan Makna Kehidupan. Foto: iStock.
Kaven Siddique Lim menjadi salah satu remaja asal Singapura yang bersyukur karena hatinya telah dibuka oleh Allah Ta'ala, serta menerima hidayah Islam. Baginya, Islam telah banyak memberinya tujuan serta makna dalam kehidupan.
Sebelum memutuskan untuk bersyahadat dan menjadi seorang muslim, Kaven yang saat itu masih duduk di bangku sekolah, kerap kali menunjukan sifat-sifat anak muda yang haus akan kebebasan.
"Waktu itu saya termasuk orang yang senang menghabiskan akhir pekan di klub malam, dengan kawan-kawan. Pacaran, bergosip, dan sebagainya," kata Kaven melansir The Muslim Reader, Rabu (11/1/2023).
Saat itu, kata Kaven hubungan dengan orangtuanya pun kerap meregang. Kerapkali dia berbeda pandangan dengan ibunya. Alih-alih mendengarkan nasihat, Kaven lebih suka mengikuti hawa nafsunya, demi sebuah kesenangan sesaat.
Kaven juga merasa dapat melakukan apapun serta tanpa alasan apapun, sebab baginya dia adalah seorang anak muda yang sedang melalui masa pubertas. Sehingga apa yang dilakukannya adalah sesuatu hal yang wajar dan tak perlu memberikan alasan kepada siapapun.
Baca Juga:Eks Militer Amerika Masuk Islam Usai Rencanakan Aksi Teror
Kendati demikian, ada tiga peristiwa yang mengantarnya untuk mengenal Islam lebih dekat. Menurut Kaven, ketiganya menjadi awal bagi keputusannya untuk menjadi muslim.
Sebelum memutuskan untuk bersyahadat dan menjadi seorang muslim, Kaven yang saat itu masih duduk di bangku sekolah, kerap kali menunjukan sifat-sifat anak muda yang haus akan kebebasan.
"Waktu itu saya termasuk orang yang senang menghabiskan akhir pekan di klub malam, dengan kawan-kawan. Pacaran, bergosip, dan sebagainya," kata Kaven melansir The Muslim Reader, Rabu (11/1/2023).
Saat itu, kata Kaven hubungan dengan orangtuanya pun kerap meregang. Kerapkali dia berbeda pandangan dengan ibunya. Alih-alih mendengarkan nasihat, Kaven lebih suka mengikuti hawa nafsunya, demi sebuah kesenangan sesaat.
Kaven juga merasa dapat melakukan apapun serta tanpa alasan apapun, sebab baginya dia adalah seorang anak muda yang sedang melalui masa pubertas. Sehingga apa yang dilakukannya adalah sesuatu hal yang wajar dan tak perlu memberikan alasan kepada siapapun.
Baca Juga:Eks Militer Amerika Masuk Islam Usai Rencanakan Aksi Teror
Kendati demikian, ada tiga peristiwa yang mengantarnya untuk mengenal Islam lebih dekat. Menurut Kaven, ketiganya menjadi awal bagi keputusannya untuk menjadi muslim.