Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home sosok muslim detail berita

Kaven Siddique Lim, Remaja Thionghoa Temukan Hidayah dan Makna Kehidupan

hasanah syakim Rabu, 11 Januari 2023 - 09:00 WIB
Kaven Siddique Lim, Remaja Thionghoa Temukan Hidayah dan Makna Kehidupan
Kaven Siddique Lim, Remaja Thionghoa Temukan Hidayah dan Makna Kehidupan. Foto: iStock.
LANGIT7.ID, JAKARTA - Kaven Siddique Lim menjadi salah satu remaja asal Singapura yang bersyukur karena hatinya telah dibuka oleh Allah Ta'ala, serta menerima hidayah Islam. Baginya, Islam telah banyak memberinya tujuan serta makna dalam kehidupan.

Sebelum memutuskan untuk bersyahadat dan menjadi seorang muslim, Kaven yang saat itu masih duduk di bangku sekolah, kerap kali menunjukan sifat-sifat anak muda yang haus akan kebebasan.

"Waktu itu saya termasuk orang yang senang menghabiskan akhir pekan di klub malam, dengan kawan-kawan. Pacaran, bergosip, dan sebagainya," kata Kaven melansir The Muslim Reader, Rabu (11/1/2023).

Saat itu, kata Kaven hubungan dengan orangtuanya pun kerap meregang. Kerapkali dia berbeda pandangan dengan ibunya. Alih-alih mendengarkan nasihat, Kaven lebih suka mengikuti hawa nafsunya, demi sebuah kesenangan sesaat.

Kaven juga merasa dapat melakukan apapun serta tanpa alasan apapun, sebab baginya dia adalah seorang anak muda yang sedang melalui masa pubertas. Sehingga apa yang dilakukannya adalah sesuatu hal yang wajar dan tak perlu memberikan alasan kepada siapapun.

Baca Juga: Eks Militer Amerika Masuk Islam Usai Rencanakan Aksi Teror

Kendati demikian, ada tiga peristiwa yang mengantarnya untuk mengenal Islam lebih dekat. Menurut Kaven, ketiganya menjadi awal bagi keputusannya untuk menjadi muslim.

"Masing-masing merepresentasikan tahap-tahap berbeda yang saya lalui sebelum menegaskan iman saya kembali kepada Fitrah, yakni mengakui adanya Tuhan Allah Ta'ala," ungkap Kaven.

Peristiwa pertama adalah saat dirinya mengunjungi Masjid Ba-Alwi pada Desember 2016, untuk pertama kalinya dia memasuki masjid tempat ibadah bagi muslim. Masjid yang berlokasi di Jalan Lewis itu merupakan salah satu bangunan yang bersejarah di Singapura.

Masjid yang dibangun sejak 1952 itu memiliki kapasitas yang cukup banyak, yakni mampu menampung hingga 400 jamaah dan dibangun oleh keluarga Hadhrami dari kalangan Alatas. Kemudian, Kaven ke sana atas ajakan beberapa kawannya dan karena penasaran akhirnya dia pun mengikutinya.

Awalnya, Kaven hanya sekadar mencari tahu bahwa setiap Kamis malam jamaah setempat rutin mengadakan pengajian. Beberapa di antaranya membaca Surah Yasin di malam itu, sehingga pada malam itu menjadi kali pertama bagi Kaven mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur'an.

Baca Juga: Eti Trisia Temukan Hidayah Lewat Mimpi dan Bersyahadat

"Saya tidak tahu harus berbuat apa, karena memang sebelumnya tidak pernah memasuki masjid," kata Kaven.

Dari sanalah Kaven akhirnya mendapatkan kesan bahwa Islam mengajarkan umatnya, agar selalu dekat dengan Tuhan. Kedekatan itu ada di dalam rutinitas, dengan begitu rasa religiusitas mereka tidak lekas memudar atau hilang ditelan kesibukan sehari-hari.

Tak hanya masjid, Kaven juga menyambangi tempat ibadah lain seperti gereja, dan wihara. Hal itu, dilakukannya untuk lebih mengenal agama-agama yang dipeluk banyak keluarga dan yang familiar baginya adalah wihara karena keluarganya menganut ajaran Budhha.

"Orang tua saya memang tidak pernah mengarahkan anak-anaknya untuk mengimani (Budhha). Pengertian saya tentang ajaran Budhha juga sebatas perayaan pada hari-hari besar. Sebab, ketika itulah keluarga besar kami berkumpul," ungkap dia.

Peristiwa kedua, kata Kaven terjadi masih di bulan Desember. Kaven merasa tengah berjalan tanpa arah di mana hati dan pikirannya bergelayut kegelisahan. Dia juga merasa kehidupannya seakan tanpa tujuan yang jelas untuk digapai, tanpa disadari Kaven sampai di Masjid Ba-Alwi.

Melihat masjid itu, Kaven langsung teringat ketika dirinya berkunjung ke sana. Dia teringat akan suasana, serta suara jamaah membaca lantunan ayat suci Al-Qur'an, dalam pikirannya merasa ragu karena dia adalah seorang non muslim dan masuk ke masjid sendirian.

Baca Juga: Kisah Selebgram Mualaf: Sebahagia Itu Ternyata Masuk Islam

"Sejak malam itu saya mulai memelajari Islam dengan sungguh-sungguh. Saya tertarik pada Islam pertama-tama bukan karena konsep yang abstrak melainkan keteladanan jamaah masjid. Mereka sangat ramah dan hangat pada siapapun dan mengetahui adanya konsep akhlak karimah dalam Islam," kata Kaven. "Saya lihat dan alami di Masjid Ba-Alwi malam itu mendorong saya mengenal Islam lebih dekat," tambahnya. Peristiwa ketiga, jelang hidayah menyinari hatinya terjadi di sebuah pengajian setelah Kaven mendengar paparan seorang ustaz, mengenai dosa-dosa. Itu menerangkan agama Islam tidak mengakui adanya konsep dosa asal. Jadi menurut Islam, semua insan lahir dalam keadaan murni tanpa dosa, mereka baru dihitung amalnya ketika sudah berstatus mukallaf, yakni mencapai usia akil baligh dan berakal sehat. Bagi Kevin ajaran itu menyentuh hatinya sebab sebelum menyadari hal itu dia mengira, bahwa ajaran Islam tidak sejalan dengan logika. Di dalam Al-Qur'an pun terdapat banyak ayat yang mengajak manusia untuk berpikir.

Baca Juga: Kisah Ice Cube Menjemput Hidayah Allah, Rapper Top Dunia Mualaf "Saya ketika itu terkejut. Islam ternyata mendorong manusia agar mencari ilmu pengetahuan dan merenungi tanda-tanda kekuasaanNya di dunia ini. Rasulullah Saw juga menegaskan menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap orang Islam lelaki maupun perempuan," ujar Kaven. Kaven semakin rajin mengikuti kajian-kajian keislaman dan seringkali menghabiskan waktu berjam-jam lamanya di perpustakaan Masjid Ba-Alwi. Di antara buku-buku kegemarannya ialah tentang sains dari perspektif Al-Qur'an. Akhirnya Kavein semakin condong pada ajaran Islam dan niatnya masuk Islam dia utarakan kepada keluarganya. Meski awalnya kaget, namun Kaven yakin bahwa keputusannya ber-Islam adalah hal yang datang dari dirinya sendiri dan bukan dari arahan orang lain. Pada 7 Januari 2018 pertama kalinya Kevin mengucapkan dua kalimat syahadat dibimbing seorang Imam dari Darul Arqam Singapura. Proses itu dapat dijalani dengan lancar.

Baca Juga: Tak Sengaja Tonton Video Dakwah, Riko Tandean Mantap Berislam

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)