LANGIT7.ID, Jakarta - Seorang
selebgram, Meiliana Sutadi (24), memiliki cerita menarik saat memutuskan menjadi
mualaf. Dia merasa bahagia setelah memeluk ajaran Islam.
Pada Juli 2022 lalu menjadi momentum yang membahagiakan untuknya. Sebab dia akhirnya memeluk
agama Islam seperti yang dia inginkan sejak lama.
Perempuan yang lahir di Tangerang ini mengatakan,
memeluk Islam membuatnya lebih tenang. Hal ini sudah dia rasakan lama, bahkan sejak masih kecil.
"Melihat orang salat menjadi lebih tenang, adem, auranya beda, terus kalau masuk masjid, kayak wangi gitu. Bukan parfum, tapi wangi aja," ujar mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Pamulang ini kepada
Langit7, Selasa (27/12/2022).
Baca Juga: Hobi Baca Buku Keislaman Antarkan Saliza jadi MualafDia mengatakan, selama ini memang berbaur dengan teman-teman muslim. Sejak kecil sudah melihat mereka pergi salat, mengaji, dan yang paling seru momen ketika puasa Ramadan.
"Momen paling seru itu saat bulan puasa. Aku lihat teman-teman pergi ke masjid untuk salat tarawih. Aku tungguin mereka, aku lihat mereka salat, ternyata rangkaian ibadah itu panjang dan butuh khusyuk," ujarnya.
Saking seringnya ikut teman ke masjid, dia mengatakan, sampai-sampai merasa ada ketenangan ketika berada di Baitullah. Hal inilah yang menguatkan hatinya untuk mulai mengenal Islam.
"Kalau teman-teman aku hafalan surat-surat pendek, aku jadi ikut menghafal. Dari kecil aku sudah hafal Al Ikhlas, An Nas, Al Falaq," kata perempuan yang besar di Bekasi itu.
Dukungan KeluargaMei sapaan akrabnya mengatakan, keluarganya mendukung keputusannya untuk memeluk agama Islam. Meski hanya dia seorang diri yang beragama Islam.
"Keluarga aku itu masih kental dengan adat dan budaya Chinese. Tapi mamah aku mendukung sekali aku memeluk Islam," katanya.
Ibunya, kata dia, selalu mengingatkan dia untuk salat, setiap kali adzan berkumandang. Bahkan orangtuanya masih suka menegurnya kalau dia menunda-nunda ibadah karena ada hal lain yang dikerjakan.
"Malah mamah itu kalau bilang, 'tunggu sebentar', dia langsung menegur aku. Katanya salat jangan entar-entar," katanya.
Sebahagia Itu Masuk IslamPerempuan berdarah Bangka Belitung itu mengatakan, masuk Islam itu sangat membahagiakan. Dia bercerita awal-awal bersyahadat di masjid daerah Grandwisata Tambun Bekasi.
"Saya dapat jadwal saat itu hari Ahad, bulan Juli lalu. Saya bersyahadat dituntun oleh seorang ustadz, dan enggak ribet administrasinya," ujarnya.
Setelah selesai bersyahadat, Mei mengatakan, seperti bayi yang baru dilahirkan. Sebab semua umat Islam tampak bergembira menyambutnya seperti saudaranya sendiri.
"Aku bener-bener disambut banget, difasilitasin, ada ustadzah yang bersedia mengajarkan mengaji, bahkan dia bilang siap ke rumah tanpa dibayar," katanya.
Dia mendapatkan fasilitas seperti iqra, Al Quran, buku bacaan salat, sajadah, mukena dan lain-lain. Saat itu benar-benar merasa bahagia bisa memeluk Islam.
(bal)