LANGIT7.ID, JAKARTA - Eti Trisia merasa bersyukur bahwa kini dirinya menjadi seorang muslimah dan mengucapkan dua kalimat syahadat. Sebelum bersyahadat, perempuan yang kerap disapa Eti ini beberapa kali berimimpi melihat serta membaca kalimat syahadat di suatu ruangan.
"Perkenalkan nama aku Eti Trisia, saya bersyukur sekali karena saya sekarang sudah menjadi muslimah. Saya masuk Islam memang pertama itu tidak pernah terpikir sama sekali kalau aku akan menjadi muslimah," ujar Eti dalam keterangannya di akun Ngaji Cerdas, dikutip Rabu (28/12/2022).
Menurut penuturan Eti, dia kerap bermimpi dalam suatu ruangan melihat dan membaca kalimat syahadat, akan tetapi dengan kalimat yang belum sempurna. "Aku melihat ada buku tulisan Arab tapi saya enggak di sentuh sama sekali," katanya.
Selang beberapa lama, Eti kembali bermimpi melihat kalimat syahadat lagi, kemudian dia mengucapkannya di sebuah ruangan yang dia sendiri pun tak mengetahuinya. "Selama beberapa lama aku kembali mimpi hal yang sama, tapi kalau yang ini aku baca di ruangan dengan kalimat yang tidak lengkap," ujar Eti.
Baca Juga: Kisah Ice Cube Menjemput Hidayah Allah, Rapper Top Dunia MualafSetelah kejadian itu, Eti tak langsung menjadi mualaf akan tetapi dia berusaha bersikap biasa aja, meski dia mengaku sempat penasaran dengan arti mimpi tersebut. "Setelah mimpi itu aku biasa aja masih tetap masuk gereja dan melakukan pekerjaan sebagai salah satu kader Posyandu dan anggota PKK," tuturnya.
Menurut dia, Eti merupakan satu-satunya kader PKK yang beragama Kristen, selebihnya beragama Islam. Kendati begitu, hal tersebut tidak menjadi masalah besar, bahkan anggota PKK yang lain kerap membantunya ketika Eti membutuhkan bantuan.
"Sebagai anggota PKK, aku dapat tugas untuk bikin video cuci tangan. Karena mayoritas adalah muslim dan semuanya berkerudung akhirnya aku memilih untuk menggunakan kerudung untuk keperluan pembuatan video agar hasilnya bagus," ujar Eti.
Dia mengaku saat pertama kali menggunakan kerudung tersebut merasa merinding dan kepalanya terasa dingin sekali. "Aku kenapa kok terasa begini ya sampai akhirnya semua selesai kemudian aku pulang ke rumah dan tak mau ambil pusing," tuturnya.
Setelah itu, kehidupan Eti pun berjalan seperti biasanya hingga akhirnya dia mengalami masalah bersama suami, sampai keduannya memutuskan berpisah. "Setelah cerai saya tinggal sendiri, mungkin selama masa itu aku banyak diam sampai muncul keinginan hati ingin masuk Muslim," ujarnya.
Keinginan tersebut, kata Eti, tidak pernah terpikrkan sama sekali dari siapapun, akan tetapi murni dari diri Eti. "Aku memang ingin masuk Muslim itu enggak ada yang ngajak, semuanya atas dasar keinginan hatiku sendiri. Pertama aku bilang sama anak-anak tapi mereka tidak setuju" kata Eti.
Menurut dia, ujian datang ketika hendak masuk Islam anaknya melakukan serangan atas dirinya, karena tak setuju dengan keputusan yang diambil Eti untuk menjadi seorang muslimah.
"Sampai akhirnya mereka juga menyatakan, 'iya udah kalau memang itu yang terbaik buat mama, keinginan mama oke'. Begitu anak-anakku semuanya bilang oke, aku datang ke pak Amang untuk dibantu masuk muslim dan bersyahadat di masjid raya," tuturnya.
Saat dirinya menjadi muslimah, Eti dianjurkan untuk melakukan mandi wajib. Setelah itu, Eti mulai memelajari tata cara untuk wudhu dan membaca surat-surat pendek untuk salat wajib. Hingga akhirnya Eti mulai belajar menggunakan hijab, berusaha menjadi seorang muslimah yang baik, dan belajar mengaji.
Baca Juga: Kisah Selebgram Mualaf: Sebahagia Itu Ternyata Masuk Islam(zhd)