LANGIT7.ID, Jakarta - Riko Tandean pria kelahiran 1990 asal Kota Tangerang ini mantap memilih Islam sebagai agamanya. Sebelum menjadi Muslim, Riko menganut agama Buddha seperti kedua orangtuanya, kemudian memilih Kristen dan akhirnya memutuskan untuk bersyahadat.
"Saya Riko Tandean asal Kota Tangerang, saya terlahir sebagai Budis dan agama saya yang lalu agama Kristen. Alhamdulillah sekarang saya sudah Muslim," ujar Riko dalam keterangannya, dikutip Selasa (20/12/2022).
Dalam kesempatan itu, Riko berbagi kisah inspiratifnya terkait proses dirinya menjadi Muslim. Menurut dia, proses tersebut bermula dari dirinya yang tak sengaja menonton penggalan ceramah dalam kajian yang kerap muncul di media sosial.
"Sebenarnya ini bermula dari saya yang sering melihat kajian ustaz, contohnya seperti Ustaz Abdul Somad, Ustaz Adi Hidayat, dan lainnya. Dari situ saya agak mulai suka karena kok nyambung ke dalam kehidupan pribadi," ujarnya.
Baca Juga: Hobi Baca Buku Keislaman Antarkan Saliza jadi MualafSetelah berjalan selama tiga bulan Riko yang selama itu memiliki akun media sosial berupa facebook kemudian menemukan video ceramah dari salah satu ulama asal Lombok. "Jadi di situ kaya mungkin saran halaman, saya lihat, baca, dan buka terus saya tonton," jelas Riko.
Menurut dia, dari beberapa video ceramah yang di tonton, Riko mulai merasa kagum dengan sosok para ulama tersebut, terutama isi ceramah yang kerap dibawakannya. Bahkan Riko mengaku saat dirinya menonton video ceramah tersebut, tak jarang dia sampai meneteskan air matanya.
"Sering saya tonton bahkan saat posisi saya sedang kerja. Di waktu kerja, break dan pulang kerja saya nonton. Puncaknya itu saya merasa kaya (video ceramah) seakan-akan ingin mengajak saya," ujarnya.
Lebih lanjut, Riko menjelaskan setelah dirinya menonton beberapa video ceramah, kemudian muncul keinginannya untuk memeluk agama Islam. Riko akhirnya meminta teman untuk menemaninya berangkat ke Lombok untuk bersyahadat.
"Dan saya putuskan dengan dana seadanya saya ajak teman, saya nekat tapi teman saya pun enggak tahu bahwa niatan saya ke Lombok itu untuk apa. Saya cuman bilang, anterin saya Insya Allah kalau lu mau dapat pahala," katanya.
Baca Juga: Kisah Mualaf Ameena, Mengenal Islam Usai Mabuk di Klub MalamSetibanya di Lombok, tepatnya di Kota Mataram Riko bertemu dengan beberapa teman yang membantunya untuk membaca awal syahadat. Hal itu dilakukan agar sebelum ke Islamic Center, Riko tidak gugup saat akan bersyahadat.
"Saya keraguan tidak ada, paling prosesnya sekitar enam sampai tujuh bulan, itu tahun 2021 bulan Juli di Islamic Center Mataram, dengan pembimbingnya tuan guru Bajang," katanya.
Setelah Riko memutuskan untuk bersyahadat dan memeluk agama Islam, hal ini menimbulkan berbagai reaksi dari keluarganya. Riko mengaku bahwa meski pun keluarganya ada yang pro dan kontra, akan tetapi semuanya bisa menerima terkait keputusannya itu.
"Dari pihak keluarga mungkin ada tapi ya biasa aja gitu, ada yang mungkin pro lah ada yang mungkin kontra. Tapi alhamdulillah saya di keluarga enggak sampai di usir," katanya.
Riko menambahkan sampai kedua orangtuanya meninggal dunia, hal yang bisa Riko lakukan saat ini ialah mendoakannya. Meski telah berbeda keyakinan akan tetapi Riko tetap memberikan yang terbaik dengan mendoakannya.
"Saya sebagai anak walaupun sudah berbeda keyakinan, setidaknya saya masih berdoa. kalau untuk urusan diterima atau tidaknya itu saya tidak tahu, terpenting tugas saya adalah mendoakannya," ujarnya.
Baca Juga: Mualaf Center MASK Siap Fasilitasi Mualaf Perdalam Agama Islam(zhd)