LANGIT7.ID, Jakarta - Hidayah merupakan sebuah misteri yang tak bisa ditebak kehadirannya. Seperti yang dirasakan Ameena Blake, wanita asal Inggris menemukan jalan mengenal Islam dari sebuah klub malam.
Melansir dari All American Muslim, Ahad (18/12/2022), Ameena Blake merupakan kelahiran Sheffield, Britania Raya, 12 Oktober 1973. Tak seperti anak lainnya, Ameena lahir dari hubungan di luar nikah ibu yang berusia 17 tahun.
“Aku adalah anak yang tak teringinkan. Otoritas lokal kemudian membawaku, sebagai bayi usia satu bulan, ke sebuah panti asuhan,” kata Ameena.
Baca Juga: Mualaf Center MASK Siap Fasilitasi Mualaf Perdalam Agama IslamBeberapa bulan kemudian, panti tersebut dikunjungi sepasang suami dan istri dari Liverpool, Norman dan Sylvia Blake. Suami-istri tersebut memutuskan mengadopsi Ameena bayi.
Ameena tak kurang-kurangnya mendapatkan dukungan, kasih sayang, dan cinta kepadanya. Akhirnya Ameena berhasil tumbuh jadi seorang gadis ceria.
Ameena selalu memiliki banyak teman. Namun saat menginjak remaja, ia terpengaruh oleh pergaulan kurang baik dari teman-temannya. Ameena menyukai pesta dan jalan-jalan daripada belajar.
Saat berpesta, Ameena kerap menenggak minuman keras untuk bersenang-senang. Namun, kebiasaan buruknya itu justru menuntunnya untuk mengenal Islam.
Cerita ini diawali karena Ameena bertemu kawan wanitanya, Layla, yang tinggal Inggris keturunan Pakistan. Walaupun seorang Muslim, Layla kerap ikut dalam pesta minuman keras di klub bersama Ameena.
Baca Juga: Dodi Permana Putuskan Masuk Islam di Momen NatalAmeena pernah mabuk berat saat bermalam minggu dengan teman-temannya. Dengan sigap, Layla membawa Ameena pulang ke rumahnya.
Keesokan paginya, Ameena terbangun. Ia merasa terkejut karena berada di dalam kamar yang bukan miliknya. Mengetahui keberadaannya berkat pertolongan Layla, Ameena terharu dan mengucapkan terima kasih.
Ameena pun membersihkan diri di dalam kamar Layla. Tanpa sengaja, Ameena melihat sebuah buku bersampul biru dengan ukiran-ukiran indah yang membuatnya penasaran.
Ameena bertanya pada Layla hingga menyadari buku itu merupakan Al-Qur'an. Ia lalu membuka-buka mushaf tersebut.
“Ternyata, isinya tidak hanya teks berbahasa Arab, tetapi juga terjemahannya. Pada sebuah halaman, saya melihat beberapa ayat menyebut nama Maria (Maryam), ibunda Nabi Isa. Islam ternyata agama yang memuliakan. Bahkan, ada satu surat yang dinamakan persis seperti nama Maryam,” ucap Ameena.
Baca Juga: Suami-Istri Perang Doa Selama 24 Tahun, Kepala Rumah Tangga Kini MualafSejak momen itu, Ameena mulai tertarik memelajari Islam. Ia pun rajin membaca Bibel dan membandingkannya dengan Al-Qur'an.
Menurut Ameena, semua orang Islam meyakini Al-Qur'an firman Allah, bukan buatan manusia. Ameena lantas mengunjungi Layla.
Sayangnya, Layla mengaku pengetahuannya belum memadai. Layla menyarankan Ameena untuk berdiskusi dengan tetangganya, yang merupakan seorang mualaf.
Ameena memberanikan diri berkenalan dengan tetangga Muslim tersebut, yang bernama Dawood. Ia pun mulai mengajukan berbagai pertanyaan tentang Al Quran.
"Siapa yang menulis Alquran? Bagaimana membuktikan bahwa ini adalah firman Tuhan? Bagaimana dengan fakta-fakta saintifik? Itulah berbagai hal yang ingin kudapatkan jawabannya," ucap Ameena.
Dawood menjelaskan pertanyaan-pertanyaan Ameena. Sejak saat itu, Ameena sering berdiskusi dengan Dawood mengenai aspek keislaman.
Pada suatu hari, Ameena mendengar suara berasal dari komputer milik Dawood. Itu ternyata kumandang azan pertanda masuknya waktu salat.
Dawood menjelaskan kepada Ameena salat merupakan ibadah yang dilakukan setiap Muslim, minimal lima kali dalam sehari. Ameena merasa damai mendengarnya.
Baca Juga: Vina Josephin, Masuk Islam Setelah Baca Muqadimah Al-QuranSebelum pulang, Ameena diberikan sebuah CD oleh Dawood berisi rekaman video dakwah berjudul Ar-Risalah (Pesan).
Ameena yang tertarik menyetel CD tersebut sekitar tiga jam. Ia menonton tayangan itu hingga tuntas. Ada salah satu bagian dari video tersebut yang membuatnya terkesima, yakni sejarah azan.
Muazin pertama dalam Islam, Bilal bin Rabah dikisahkan mengalami banyak ujian dalam hidupnya, tetapi selalu tegar dan teguh di jalan tauhid.
Sudah berbulan-bulan Ameena rutin memelajari Islam melalui buku maupun video bahkan mulai mengikuti kajian-kajian keislaman secara langsung.
Ameena berdiskusi dengan imam di kajian tersebut. Sang imam dengan senang hati menerimanya dan menjawab berbagai pertanyaan Ameena.
Imam itu menjelaskan, banyak ayat dalam Al-Qur'an menyuruh manusia menggunakan akal pikirannya merenungi kemahakuasaan Allah SWT.
Baca Juga: Kisah Unik dan Menarik, Perjalanan Misionaris Berakhir jadi MualafSeperti surat Al-Mu'minun yang melukiskan penciptaan manusia. Ameena tercengang saat mengetahui, proses biologis, termasuk pembelahan sel, kemunculan embrio, hingga perkembangan bayi dalam rahim itu dideskripsikan detail dalam Kitabullah.
Ameena pun memantapkan hatinya pada 1993 masuk Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat di masjid setempat.
"Alhamdulillah, itulah langkah pertamaku dalam berislam. Dalam beberapa hari, orang tua aku Blake belum mengetahui aku telah berpindah agama. Belakangan, kabar tersebut akhirnya tersebar. Ayah tiriku kecewa, tetapi tidak sampai menghalang-halangi. Ibuku juga sempat merasa khawatir,” kata Ameena.
Namun, orang tua Ameena melihat kepribadiannya kian membaik, tidak mabuk-mabukan. Sikapnya itu meyakinkan orang tua Ameena untuk tidak memersoalkan keyakinan yang dipeluk Ameena.
Baca Juga: Kumandang Adzan Bikin Suporter Piala Dunia Belajar Islam(zhd)