Imam Shamsi Ali
Anwar Ibrahim dan Harapan Umat
Redaksi
Jum'at, 13 Januari 2023 - 08:17 WIB
Perdana Menteri Malaysia Dato Seri Anwar Ibrahim saat kunjungan ke Indonesia pada Senin (9/1/2023). Foto: Twitter/@anwaribrahim.
Dalam kunjungannya ke Tanah Air baru-baru ini, Anwar Ibrahim baru saja terpilih dan dilantik oleh Sultan Malaysia sebagai PM Malaysia. Kunjungannya ke Indonesia adalah lawatan resmi pertamanya sebagai Kepala Pemerintahan.
Kunjungan Anwar Ibrahim ke Indonesia sebagai negara tetangga dan serumpun tentunya mewakili banyak kesamaan dalam cita-cita perjuangan. Sosok Anwar Ibrahim seolah hadir menjembatani kedua negara serumpun itu.
Baca juga: Penyerangan Polisi di Malam Tahun Baru di Kota New York
Terpilihnya Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri Malaysia melalui perjalanan panjang itu menjadi harapan baru. Tidak saja di kawasan Asean tapi juga dunia Islam dan dunia global secara umum.
Satu orang tentunya tidaklah efektif untuk mewakili harapan besar itu. Tapi minimal kehadiran Anwar bagaikan percikan air di tengah teriknya musim kemarau.
Seperti yang pernah saya sampaikan bahwa Anwar Ibrahim menjadi sosok yang unik di kancah perpolitikan dunia. Keunikan Anwar Ibrahim saya kira melampaui sosok Erdogan yang seringkali diidolakan di dunia Islam, khususnya Indonesia.
Berbeda dengan Erdogan yang muncul secara tiba-tiba dari posisi Walikota Ankara menjadi Perdana Menteri lalu Presiden. Belakangan kembali menduduki posisi Perdana Menteri dengan memberikan kekuasaan lebih pada posisi itu. Anwar memiliki latar belakang aktivis pergerakan (movement activist) sejak mahasiswa.
Kunjungan Anwar Ibrahim ke Indonesia sebagai negara tetangga dan serumpun tentunya mewakili banyak kesamaan dalam cita-cita perjuangan. Sosok Anwar Ibrahim seolah hadir menjembatani kedua negara serumpun itu.
Baca juga: Penyerangan Polisi di Malam Tahun Baru di Kota New York
Terpilihnya Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri Malaysia melalui perjalanan panjang itu menjadi harapan baru. Tidak saja di kawasan Asean tapi juga dunia Islam dan dunia global secara umum.
Satu orang tentunya tidaklah efektif untuk mewakili harapan besar itu. Tapi minimal kehadiran Anwar bagaikan percikan air di tengah teriknya musim kemarau.
Seperti yang pernah saya sampaikan bahwa Anwar Ibrahim menjadi sosok yang unik di kancah perpolitikan dunia. Keunikan Anwar Ibrahim saya kira melampaui sosok Erdogan yang seringkali diidolakan di dunia Islam, khususnya Indonesia.
Berbeda dengan Erdogan yang muncul secara tiba-tiba dari posisi Walikota Ankara menjadi Perdana Menteri lalu Presiden. Belakangan kembali menduduki posisi Perdana Menteri dengan memberikan kekuasaan lebih pada posisi itu. Anwar memiliki latar belakang aktivis pergerakan (movement activist) sejak mahasiswa.