Mengenal Masjid Agung Lhasa, Dibangun di Ketinggian 3.650 MDPL
Ummu hani
Senin, 16 Januari 2023 - 17:10 WIB
Masjid Agung Lhasa yang berlokasi di Tibet dibangun di ketinggian 3.650 MDPL. Foto: Tripadvisor.
Masjid Agung Lhasa atau dikenal sebagai Masjid Hebalin merupakan salah satu tempat ibadah umat Muslim yang tertinggi di dunia.
Bukan karena bangunannya, masjid ini disebut yang tertinggi karena berdiri di ketinggian 3.650 meter di atas permukaan laut (MDPL) di Daerah Otonomi Tibet,Cina.
Baca juga: Masjid Ibnu Batutah Bali Cermin Keindahan Toleransi Indonesia
Masjid Agung Lhasa awalnya dibangun pada 1716 dan mengalami renovasi pada tahun 1959. Masjid ini memiliki luas 2.600 m2 dengan halaman luas serta tiga pintu masuk. Area ibadah memiliki luas 1.300 m2 mencakup aula salat dan wudhu, gedung PAI, bunker, kamar mandi, dan fasilitas lainnya.
Aula salat terletak di barat yang meliputi area seluas 285 m2, terdiri dari aula dalam, aula terbuka, dan platform utama. Bangunan Masjid Agung Lhasa memiliki desain gaya arsitektur Zang tradisional yang menggabungkan keagamaan dan budaya lokal.
Masjid Agung Lhasa dibangun dengan model lengkungan melingkar dan menara. Interior masjid dihiasi dengan bunga dan tanaman bergaya dekoratif Islami.
Diketahui, umat Islam hanya berkisar antara 1-3% dari total populasi Tiongkok. Negara tersebut didominasi oleh campuran khusus kepercayaan spiritual non-agama Konfusianisme, Taoisme, Buddhisme Tiongkok, dan ideologi rakyat Tiongkok, bersama dengan ateisme.
Bukan karena bangunannya, masjid ini disebut yang tertinggi karena berdiri di ketinggian 3.650 meter di atas permukaan laut (MDPL) di Daerah Otonomi Tibet,Cina.
Baca juga: Masjid Ibnu Batutah Bali Cermin Keindahan Toleransi Indonesia
Masjid Agung Lhasa awalnya dibangun pada 1716 dan mengalami renovasi pada tahun 1959. Masjid ini memiliki luas 2.600 m2 dengan halaman luas serta tiga pintu masuk. Area ibadah memiliki luas 1.300 m2 mencakup aula salat dan wudhu, gedung PAI, bunker, kamar mandi, dan fasilitas lainnya.
Aula salat terletak di barat yang meliputi area seluas 285 m2, terdiri dari aula dalam, aula terbuka, dan platform utama. Bangunan Masjid Agung Lhasa memiliki desain gaya arsitektur Zang tradisional yang menggabungkan keagamaan dan budaya lokal.
Masjid Agung Lhasa dibangun dengan model lengkungan melingkar dan menara. Interior masjid dihiasi dengan bunga dan tanaman bergaya dekoratif Islami.
Diketahui, umat Islam hanya berkisar antara 1-3% dari total populasi Tiongkok. Negara tersebut didominasi oleh campuran khusus kepercayaan spiritual non-agama Konfusianisme, Taoisme, Buddhisme Tiongkok, dan ideologi rakyat Tiongkok, bersama dengan ateisme.