Kemenkes Kejar Penanganan Stunting dengan Antropometri di Posyandu
Hasanah syakim
Senin, 16 Januari 2023 - 22:19 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin (foto: Kemenkes)
Kementerian Kesehatan fokus pada intervensi spesifik untuk penanganan stunting pada anak, baik dilakukan sebelum ataupun setelah masa kelahiran.
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi G Sadikin menyampaikan bahwa setelah kelahiran, deteksi dini stunting dilakukan melalui pengukuran di Posyandu melalui antropometri.
“Agar pemeriksaan pengukuran bayi terstandar, kita gunakan antropometri di seluruh Posyandu di Indonesia sekaligus kita bisa pastikan perlambatan pertambahan berat badan bisa dideteksi lebih cepat sehingga tidak terjadi malnutrisi kronik yang akhirnya menjadistunting,” ujar Budi dalam keterangannya Senin (16/1/2023).
Baca juga:Cegah Hepatitis ke Bayi, Kemenkes Akan Beri Antivirus ke Bumil
Menurutnya, diagnosis stunting ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan antropometri dan penunjang.
Dan hasil pengukuran menjadi deteksi dini oleh kader di Posyandu, untuk kemudian dirujuk ke dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk diagnosis, pemberian konseling dan edukasi.
"Bayi dan Balita stunting kemudian dirujuk ke dokter spesialis anak di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) untuk mengidentifikasi faktor-faktor medis atau red flags penyebab stunting.
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi G Sadikin menyampaikan bahwa setelah kelahiran, deteksi dini stunting dilakukan melalui pengukuran di Posyandu melalui antropometri.
“Agar pemeriksaan pengukuran bayi terstandar, kita gunakan antropometri di seluruh Posyandu di Indonesia sekaligus kita bisa pastikan perlambatan pertambahan berat badan bisa dideteksi lebih cepat sehingga tidak terjadi malnutrisi kronik yang akhirnya menjadistunting,” ujar Budi dalam keterangannya Senin (16/1/2023).
Baca juga:Cegah Hepatitis ke Bayi, Kemenkes Akan Beri Antivirus ke Bumil
Menurutnya, diagnosis stunting ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan antropometri dan penunjang.
Dan hasil pengukuran menjadi deteksi dini oleh kader di Posyandu, untuk kemudian dirujuk ke dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk diagnosis, pemberian konseling dan edukasi.
"Bayi dan Balita stunting kemudian dirujuk ke dokter spesialis anak di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) untuk mengidentifikasi faktor-faktor medis atau red flags penyebab stunting.