Harga Kedelai Melejit, Pengusaha Tempe Menjerit
Muhajirin
Kamis, 19 Januari 2023 - 16:50 WIB
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (DPC Hipmikindo) Kabupaten Bekasi dan Pengusaha Tempe berskala kecil dan menengah mengadukan harga kedelai yang melejit dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi VI DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (18/1/2023).
Sebelum pandemi Covid-19 mewabah, harga kedelai hanya sekitar Rp700 ribu per kuintal. Namun, pada Agustus 2022 harga kedelai melonjak menjadi Rp1,4 juta per kuintal. Kenaikan harga tersebut membuat pengusaha tempe tidak bisa menutupi biaya produksi dan daya jual menurun.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Aria Bima, mengklaim aspirasi DPC Hipmikindo sebagai pendamping pengusaha tempe berskala kecil dan menengah yang mengkhawatirkan kenaikan harga kedelai. Dia menyebut akan membawa aspirasi tersebut saat melakukan rapat dengan mitra Komisi VI DPR.
Baca Juga: Pedagang Mulai Ancang-Ancang Naikkan Harga: Daripada Keteter
“Kami akan membahas ini saat rapat dengan mitra kerja Komisi VI. Terkait ketersediaan kedelai di lapangan, kami akan meminta Kementerian Perdagangan dan Bulog untuk memantau ketersediaan di lapangan,” kata Aria Bima.
Sebelum pandemi Covid-19 mewabah, harga kedelai hanya sekitar Rp700 ribu per kuintal. Namun, pada Agustus 2022 harga kedelai melonjak menjadi Rp1,4 juta per kuintal. Kenaikan harga tersebut membuat pengusaha tempe tidak bisa menutupi biaya produksi dan daya jual menurun.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Aria Bima, mengklaim aspirasi DPC Hipmikindo sebagai pendamping pengusaha tempe berskala kecil dan menengah yang mengkhawatirkan kenaikan harga kedelai. Dia menyebut akan membawa aspirasi tersebut saat melakukan rapat dengan mitra Komisi VI DPR.
Baca Juga: Pedagang Mulai Ancang-Ancang Naikkan Harga: Daripada Keteter
“Kami akan membahas ini saat rapat dengan mitra kerja Komisi VI. Terkait ketersediaan kedelai di lapangan, kami akan meminta Kementerian Perdagangan dan Bulog untuk memantau ketersediaan di lapangan,” kata Aria Bima.