LANGIT7.ID, Jakarta -
Pedagang mulai ancang-ancang menaikkan harga barang jualannya. Sebab banyak bahan-bahan yang sudah mulai naik, termasuk harga gas dan kebutuhan pokok.
Seorang pedagang
bubur ayam di depan GOR Bulutangkis Duren Jaya, Imam mengatakan, sudah pelan-pelan menaikkan harga dagangannya. Bubur ayam yang awalnya seharga Rp8.000 per porsi, kini menjadi Rp10.000 per porsi.
"Naik Rp2.000 per porsi, karena memang
BBM naik dan mulai diikuti kenaikan bahan pokok," ujar Imam kepada
Langit7 saat ditemui Ahad (18/9/2022).
Baca Juga: Kenaikan Harga BBM Berimbas Besar kepada Pelaku UMKMMenurut dia, saat ini harga gas elpiji sudah naik, dari Rp21.000 kini menjadi Rp23.000. Kemudian harga beras dan ayam potong dikabarkan akan meningkat.
"Harga gas sudah naik. Kalau beras dan ayam belum naik, tapi kabarnya akan naik juga, cuman belum tahu berapa nanti," ujarnya.
Dia mengatakan, sudah banyak harga-harga kebutuhan pokok yang mulai naik sebelum BBM naik. Bisa jadi para pengusaha ini sudah lebih dulu tahu soal kenaikan BBM.
Kenaikan harga bubur ayam yang dijual, kata dia, sejauh ini belum ada konsumen yang kabur. Banyak juga pelanggannya yang paham mengenai kenaikan harga ini.
"InsyaAllah pelanggan paham. Kalau tidak saya naikkan harga, nanti saya juga yang keteter," ujar Imam sambil tersenyum.
Kondisi ini dialami juga seorang penjaga Warmindo Wisdom, Mamad (44). Dia mengatakan, beberapa barang jualannya sudah naik sejak BBM naik. Semisal minuman dingin dari Rp3.000 menjadi Rp4.000.
"Sebab barang-barang bahan ini sudah naik juga, jadi kami harus ikuti juga," ujarnya.
(bal)