Dubes Tunisia Sebut Muhammadiyah Punya Pandangan Islam Modern
Andi Muhammad
Jum'at, 20 Januari 2023 - 17:15 WIB
Dubes Tunisia Sebut Muhammadiyah Punya Pandangan Islam Modern. Foto: Istimewa.
Duta Besar (dubes) Tunisia untuk Indonesia, Riadh Dridi ingin mengajak Muhammadiyah untuk menjalin kerja sama dalam bidang pendidikan, pembangunan sumber daya manusia, dan usaha menyebarkan visi Islam Modern.
Menurut dia, Muhammadiyah memiliki pandangan Islam yang modern sama seperti negara Tunisia. Sebab itu, Riadh berkunjung ke Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, guna membahas rangkaian kerja sama.
"Universitas Zaituna di Tunisia punya kerja sama dengan beberapa universitas di Indonesia dan kami ingin kerja sama lebih lanjut dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Dan saya bangga dengan Muhammadiyah,” kata Riadh seperti dilansir dari laman Muhammadiyah, Jumat (20/1/2023).
Riadh berharap, sinergi dengan Muhammadiyah mampu membawa dunia Islam ke arah yang lebih baik. Kerja sama dinilai akan lebih mudah karena Indonesia dan Tunisia memiliki kedekatan historis.
Baca Juga:Menag Usul Biaya Haji Naik Jadi Rp69 Juta per Jamaah
Merespons hal tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengungkapkan, peluang kerja sama yang ada adalah pendidikan, pertukaran pelajar dan dosen, pengembangan bahasa Arab bagi pendidik Muhammadiyah. Kemudian program-program berasaskan kemanusiaan dan pengembangan Sumber Daya Manusia.
“Maka kerja sama yang mungkin kita lakukan antara perguruan tinggi Muhammadiyah dan universitas di Tunisia itu untuk meningkatkan hubungan yang lebih baik bagaimana kita bersama-sama mengembangkan kemajuan untuk dunia Islam, khususnya Tunisia,” ujarnya.
Menurut dia, Muhammadiyah memiliki pandangan Islam yang modern sama seperti negara Tunisia. Sebab itu, Riadh berkunjung ke Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, guna membahas rangkaian kerja sama.
"Universitas Zaituna di Tunisia punya kerja sama dengan beberapa universitas di Indonesia dan kami ingin kerja sama lebih lanjut dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Dan saya bangga dengan Muhammadiyah,” kata Riadh seperti dilansir dari laman Muhammadiyah, Jumat (20/1/2023).
Riadh berharap, sinergi dengan Muhammadiyah mampu membawa dunia Islam ke arah yang lebih baik. Kerja sama dinilai akan lebih mudah karena Indonesia dan Tunisia memiliki kedekatan historis.
Baca Juga:Menag Usul Biaya Haji Naik Jadi Rp69 Juta per Jamaah
Merespons hal tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengungkapkan, peluang kerja sama yang ada adalah pendidikan, pertukaran pelajar dan dosen, pengembangan bahasa Arab bagi pendidik Muhammadiyah. Kemudian program-program berasaskan kemanusiaan dan pengembangan Sumber Daya Manusia.
“Maka kerja sama yang mungkin kita lakukan antara perguruan tinggi Muhammadiyah dan universitas di Tunisia itu untuk meningkatkan hubungan yang lebih baik bagaimana kita bersama-sama mengembangkan kemajuan untuk dunia Islam, khususnya Tunisia,” ujarnya.