PDIP Tuding Mentan Dukung Impor Beras, NasDem Meradang
Garry Talentedo Kesawa
Sabtu, 21 Januari 2023 - 06:00 WIB
Anggota Komisi IX DPR, Irma Suryani Chaniago. (Foto: DPR RI)
PDI Perjuangan (PDIP) kembali berkoar-koar dengan mendesak menteri-menteri dari Partai NasDem, salah satunya Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo segera di-reshuffle. NasDem meradang dengan sikap PDIP, yang disebut tidak tepat dan tidak beralasan.
Politikus NasDem, Irma Suryani Chaniago mengatakan, persoalan impor beras yang merugikan petani bukanlah arahan Mentan. Melainkan Menteri Perdagangan (Mendag) dan Kepala Perum Bulog Budi Waseso yang dianggapnya tidak bisa menyerap gabah petani.
"Laporan mana yang salah? Faktanya gabah petani cukup kan? Masalahnya Bulog yang tidak mampu menyerap gabah petani, terus yang ingin impor kan Mendag. Kok dibolak balik ya informasinya," kata Irma kepada wartawan di Jakarta, Jumat (20/1/2023).
Baca Juga:Soal Isu Reshuffle Kabinet, NasDem Tantang Menteri PDIP Adu Prestasi
Menanggapi tudingan itu, Irma pun menyindir kader PDIP sebelumnya menjabat Menteri Sosial (Mensos) sudah merampok uang rakyat dengan dalih bantuan sosial (Bansos) dan akhirnya berujung menjadi tahanan KPK. "Lagi pula yang fatal itu adalah menteri yang mencuri uang rakyat lewat bansos kemudian ditangkap KPK," lanjutnya.
Menurut Irma, NasDem berkomitmen tetap berada di pemerintahan meski Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkehendak lain. Terutama terkait reshuffleyang menjadi hak prerogatif Presiden.
"Bagi NasDem, sekali lagi komitmen menjaga pemerintah sampai berakhirnya masa jabatan sudah jadi kewajiban. Untuk itu kami tidak akan pernah mundur dari pemerintah yang ikut kami menangkan, kecuali jika presiden memang memutuskan lain," ujar Irma.
Politikus NasDem, Irma Suryani Chaniago mengatakan, persoalan impor beras yang merugikan petani bukanlah arahan Mentan. Melainkan Menteri Perdagangan (Mendag) dan Kepala Perum Bulog Budi Waseso yang dianggapnya tidak bisa menyerap gabah petani.
"Laporan mana yang salah? Faktanya gabah petani cukup kan? Masalahnya Bulog yang tidak mampu menyerap gabah petani, terus yang ingin impor kan Mendag. Kok dibolak balik ya informasinya," kata Irma kepada wartawan di Jakarta, Jumat (20/1/2023).
Baca Juga:Soal Isu Reshuffle Kabinet, NasDem Tantang Menteri PDIP Adu Prestasi
Menanggapi tudingan itu, Irma pun menyindir kader PDIP sebelumnya menjabat Menteri Sosial (Mensos) sudah merampok uang rakyat dengan dalih bantuan sosial (Bansos) dan akhirnya berujung menjadi tahanan KPK. "Lagi pula yang fatal itu adalah menteri yang mencuri uang rakyat lewat bansos kemudian ditangkap KPK," lanjutnya.
Menurut Irma, NasDem berkomitmen tetap berada di pemerintahan meski Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkehendak lain. Terutama terkait reshuffleyang menjadi hak prerogatif Presiden.
"Bagi NasDem, sekali lagi komitmen menjaga pemerintah sampai berakhirnya masa jabatan sudah jadi kewajiban. Untuk itu kami tidak akan pernah mundur dari pemerintah yang ikut kami menangkan, kecuali jika presiden memang memutuskan lain," ujar Irma.