LANGIT7.ID, Jakarta -
Partai NasDem angkat bicara terkait usulan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto yang mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera me
reshuffle dua menteri kabinet. Dua menteri yang dimaksud berasal dari NasDem, yakni Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Lingkungan dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar.
Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem)
Irma Suryani Chaniago mempertanyakan maksud dari Hasto Kristiyanto dan PDIP yang begitu ngotot soal
reshuffle. Irma pun menantang Menteri dari PDIP untuk beradu prestasi selama menjabat saat ini.
"Mau adu prestasi menteri dari NasDem? Hati hati, menteri NasDem tidak ada yang ditangkap KPK karena merugikan bangsa dan negara," kata Irma dalam keterangannya, Senin (2/1/2023).
Baca Juga: PDIP Desak Menteri Antitesis Jokowi Tarik Diri dari Pemerintahan"Bicara prestasi, coba cek bantuan sosial jumlahnya triliunan itu, ternyata pendistribusiannya tidak tepat sasaran karena data digunakan tidak tepat, pengawalannya lemah, terus dimana prestasinya? Ayo audit itu Bansos Kemensos selama pendemi," tantang Irma.
Terkait tudingan
PDIP kepada Mentan soal impor beras, Irma menyebut pernyataan tersebut tidak berdasar dan terkesan mengada-ngada. Menurut Irma, permintaan impor datang dari Bulog dan Kemendag. Sedangkan Mentan Syahrul membela petani yang jelas-jelas memiliki gabah yang cukup.
"Sebagaimana saya sudah sampaikan sebelumnya, impor beras itu maunya Bulog dan Kemendag. Kalo Mentan jelas bilang gabah petani cukup, Bulog saja tidak mampu serap gabah petani. Jadi jangan asbun deh," ujar Irma.
Anggota Komisi IX DPR RI itu optmistis dua menteri NasDem tidak ada yang di
reshuffle. Jika akhirnya Jokowi memutuskan untuk mereshuffle menterinya, maka hal tersebut berdasarkan data, bukan pesanan partai politik (parpol) manapun termasuk PDIP.
"Soal
reshuflle, saya yakin, jika berbasis kinerja, Menteri NasDem tidak akan termasuk akan diganti. Karena mereka berkinerja baik,
on the track dengan program Presiden serta berprestasi," tutur Legislator dapil Sumsel II itu.
Baca Juga: Respons Isu Reshuffle, PAN Tetap Ikuti Arahan JokowiSebelumnya,
Hasto Kristiyanto mendorong partai politik (parpol) yang mencalonkan sosok 'Antitesis Jokowi' agar memiliki kesadaran politik untuk menarik diri dari koalisi pemerintahan. Hal tersebut disampaikan Hasto menanggapi soal wacana
reshuffle kabinet yang belakangan kian menguat.
"
Reshuffle kabinet itu hanya bisa dilakukan atas hendak dari Bapak Presiden. Kalau kita liat konteks sosial, politik, dan juga internasional, tekanan terhadap perekonomian global akibat tekanan geopolitik itu kan sangat nyata," kata Hasto dalam konferensi pers secara daring bertajuk 'Refleksi Akhir Tahun 2022 dan Harapan Menuju Tahun 2023', Jumat (30/12/2022).
Hasto lalu mengungkit pernyataan Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat beberapa waktu lalu yang meminta dua menteri NasDem, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, dievaluasi. Menurut Hasto, apa yang disampaikan oleh Mentan terkait ekspor beras ke China, berbeda jauh dengan faktanya.
"Apa yang dilakukan Pak Djarot Saiful Hidayat itu juga merupakan bagian dari sikap dari PDIP, karena ketika menghadapi krisis tersebut, ancaman krisis maka hal yang fundamental adalah kecukupan pangan. Untuk memastikan rakyat itu tetap kenyang, karena itu sebagai hal yang paling elementer dan PDIP telah mempelopori hal tersebut," ujarnya.
Baca Juga: PDIP Usul Mentan dan Menteri LHK Direshuffle, NasDem: Jangan Asbun(gar)