LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Abdul Kadir Karding, mantan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dalam
Kabinet Merah Putih periode Oktober 2024-September 2025, kini resmi menjabat sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia.
Abdul Kadir merupakan salah satu yang terkena perombakan kabinet atau
reshuffle jilid kedua, pada 8 September 2025 lalu. Posisinya sebagai Menteri digantikan oleh Mukhtarudin.
Namun kini pada
reshuffle kelima di masa pemerintahan
Prabowo Subianto, Abdul Kadir masuk dalam daftar pejabat baru yang dilantik. Pelantikan Abdul Kadir berlangsung pada Senin, 27 April oleh Presiden Prabowo Subianto. Usai pelantikan, Ia langsung memberi pandangannya serta hal yang akan ia lakukan dengan jabatannya saat ini.
Ia menegaskan komitmennya untuk menjaga ketahanan nasional dari ancaman penyakit hayati, dan menekankan bahwa fungsi pengawasan harus tetap berjalan seiring dengan kepentingan ekonomi nasional.
Politisi Parti Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut memandang bahwa pengawasan terhadap penyakit yang dapat dibawa oleh produk hewan dan tumbuhan memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, pengawasan harus tetap mendukung kelancaran proses ekspor dan impor.
"Kita harus melakukan langkah-langkah pengawasan dan pengetatan yang ketat, tetapi poinnya adalah tidak boleh mengganggu proses-proses ekspor-impor yang berjalan," ujar Abdul Kadir dalam keterangan resminya.
Abdul Kadir memandang bahwa pengawasan terhadap penyakit yang dapat dibawa oleh produk hewan dan tumbuhan memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, pengawasan harus tetap mendukung kelancaran proses ekspor dan impor.
"Jadi jangan sampai pengawasan yang begitu ketat lalu proses ekspor-impor itu kemudian melambat, berpengaruh terhadap ekonomi kita," tuturnya.
Lebih lanjut, dalam mengemban tugasnya sebagai Kepala Badan Karantina, Abdul Kadir menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi lintas kementerian sebagai langkah strategis berkelanjutan.
Diawali dengan pertama Menko Pangan, lanjutnya, kemudian yang kedua dengan Menteri Perikanan dan Kelautan, lalu yang ketiga dengan Menteri Pertanian, Imipas dan Bea Cukai.
Selain itu, Abdul Kadir juga memastikan akan mempertahankan program-program yang telah berjalan baik, dengan tetap melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
"Itu yang akan kita lakukan sambil meneruskan langkah-langkah yang sudah dibangun oleh Kepala Badan sebelum saya sambil kita benahi yang lainnya," pungkasnya.
(lsi)