Dayah Insan Qur’an Wisuda 107 Santri Generasi Qurani
Muhajirin
Kamis, 08 Juli 2021 - 11:48 WIB
Wisuda angkatan kelima Dayah Insan Qurani, Aceh Besar, Rabu (7/7/2021). Foto: Dok. Kemenag
Dayah Insan Qur’ani (IQ) mewisuda 107 santri lulusan tahun pelajaran 2020/2021 di Kompleks Dayah Insan Qurani, Aneuk Batee, Aceh Besar, pada Rabu (7/7/2021). IQ merupakan lembaga pendidikan Islam yang mengintegrasikan pendidikan agama, sains dan humaniora, serta pengembangan bakat minat dalam kurikulim pembelajaran. IQ berkomitmen mencetak pribadi santri intelektual yang Qurani.
Acara wisuda itu digelar dengan menerapkan protokol kesehatan ketat guna mencegah penyebaran Covid-19. Pimpinan IQ, Ustadz Muzakkir Zulkifli, mengatakan, pelaksanaan wisuda sangat sederhana dan terbatas. Berbeda dengan tahun-tahun sebelum corona mewabah di Indonesia.
"Hanya dihadiri pimpinan beserta pengurus dayah, orang tua/wali santri, dan santri yang mengikuti wisuda," kata Ustaz Muzakkir.
IQ tak hanya mewisuda santri yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan di lembaga tersebut. Lembaga yang berdiri pada 2014 itu turut memberikan syahadah (ijazah) kepada 26 santri yang berhasil menyelesaikan hafalan Alquran 30 juz.
Ustadz Muzakkir juga mengapresiasi santri yang berhasil meraih prestasi di bidang akademik. Sebanyak 107 lulusan, 82 santri berhasil lulus di berbagai universitas dalam dan luar negeri. Para santri itu lulus seleksi mahasiswa baru melalui jalur SPAN-PTKIN sebanyak 56 santri, 14 santri melalui SNMPTN, 10 santri melalui SBMPTN, dan 26 orang santri melalui jalur UMPTKIN.
Para santri berhasil menjadi calon mahasiswa di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Imam Bonjol Padang, UIN Walisongo Semarang, dan beberapa kampus ternama lainnya. Sementara, santri yang berhasil lulus menjadi calon mahasiswa di luar negeri berjumlah 10 orang. 9 santri lulus di Universitas Al-Azhar Mesir, dan satu lagi di Maroko.
Ustaz Muzakkir berharap, lulusan IQ yang kini menjadi alumni bisa tidak surut semangat dalam menuntut ilmu. Ia menilai masa depan pendidikan IQ ada di tangan para alumni. "Dayah menunggu alumni yang terbaik untuk melanjutkan estafet tanggung jawab pendidikan bagi penerus," katanya.
Acara wisuda itu digelar dengan menerapkan protokol kesehatan ketat guna mencegah penyebaran Covid-19. Pimpinan IQ, Ustadz Muzakkir Zulkifli, mengatakan, pelaksanaan wisuda sangat sederhana dan terbatas. Berbeda dengan tahun-tahun sebelum corona mewabah di Indonesia.
"Hanya dihadiri pimpinan beserta pengurus dayah, orang tua/wali santri, dan santri yang mengikuti wisuda," kata Ustaz Muzakkir.
IQ tak hanya mewisuda santri yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan di lembaga tersebut. Lembaga yang berdiri pada 2014 itu turut memberikan syahadah (ijazah) kepada 26 santri yang berhasil menyelesaikan hafalan Alquran 30 juz.
Ustadz Muzakkir juga mengapresiasi santri yang berhasil meraih prestasi di bidang akademik. Sebanyak 107 lulusan, 82 santri berhasil lulus di berbagai universitas dalam dan luar negeri. Para santri itu lulus seleksi mahasiswa baru melalui jalur SPAN-PTKIN sebanyak 56 santri, 14 santri melalui SNMPTN, 10 santri melalui SBMPTN, dan 26 orang santri melalui jalur UMPTKIN.
Para santri berhasil menjadi calon mahasiswa di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Imam Bonjol Padang, UIN Walisongo Semarang, dan beberapa kampus ternama lainnya. Sementara, santri yang berhasil lulus menjadi calon mahasiswa di luar negeri berjumlah 10 orang. 9 santri lulus di Universitas Al-Azhar Mesir, dan satu lagi di Maroko.
Ustaz Muzakkir berharap, lulusan IQ yang kini menjadi alumni bisa tidak surut semangat dalam menuntut ilmu. Ia menilai masa depan pendidikan IQ ada di tangan para alumni. "Dayah menunggu alumni yang terbaik untuk melanjutkan estafet tanggung jawab pendidikan bagi penerus," katanya.