LANGIT7.ID, Jakarta - Dayah Insan Qur’ani (IQ) mewisuda 107 santri lulusan tahun pelajaran 2020/2021 di Kompleks Dayah Insan Qurani, Aneuk Batee, Aceh Besar, pada Rabu (7/7/2021). IQ merupakan lembaga pendidikan Islam yang mengintegrasikan pendidikan agama, sains dan humaniora, serta pengembangan bakat minat dalam kurikulim pembelajaran. IQ berkomitmen mencetak pribadi santri intelektual yang Qurani.
Acara wisuda itu digelar dengan menerapkan protokol kesehatan ketat guna mencegah penyebaran Covid-19. Pimpinan IQ, Ustadz Muzakkir Zulkifli, mengatakan, pelaksanaan wisuda sangat sederhana dan terbatas. Berbeda dengan tahun-tahun sebelum corona mewabah di Indonesia.
"Hanya dihadiri pimpinan beserta pengurus dayah, orang tua/wali santri, dan santri yang mengikuti wisuda," kata Ustaz Muzakkir.
IQ tak hanya mewisuda santri yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan di lembaga tersebut. Lembaga yang berdiri pada 2014 itu turut memberikan syahadah (ijazah) kepada 26 santri yang berhasil menyelesaikan hafalan Alquran 30 juz.
Ustadz Muzakkir juga mengapresiasi santri yang berhasil meraih prestasi di bidang akademik. Sebanyak 107 lulusan, 82 santri berhasil lulus di berbagai universitas dalam dan luar negeri. Para santri itu lulus seleksi mahasiswa baru melalui jalur SPAN-PTKIN sebanyak 56 santri, 14 santri melalui SNMPTN, 10 santri melalui SBMPTN, dan 26 orang santri melalui jalur UMPTKIN.
Para santri berhasil menjadi calon mahasiswa di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Imam Bonjol Padang, UIN Walisongo Semarang, dan beberapa kampus ternama lainnya. Sementara, santri yang berhasil lulus menjadi calon mahasiswa di luar negeri berjumlah 10 orang. 9 santri lulus di Universitas Al-Azhar Mesir, dan satu lagi di Maroko.
Ustaz Muzakkir berharap, lulusan IQ yang kini menjadi alumni bisa tidak surut semangat dalam menuntut ilmu. Ia menilai masa depan pendidikan IQ ada di tangan para alumni. "Dayah menunggu alumni yang terbaik untuk melanjutkan estafet tanggung jawab pendidikan bagi penerus," katanya.
Alumni Harus Pandai Jaga Iman dan AhlakDalam wisuda tersebut, Ustaz Muzakkir tak lupa memberika nasihat sebelum melepas para alumni melanjutkan pendidikan di dalam dan luar negeri. Dia meminta mereka untuk menjaga diri, menjaga iman, dan menjaga ahlak dan tidak menjadi generasi rapuh.
"Amalkan segala ilmu yang sudah dipelajari dan jangan berhenti untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Nasehat kami yang paling penting bukanlah seberapa banyak Alquran yang sudah kita hafal, tapi seberapa dalam Alquran mencapai sanubari kita," ujarnya..
Wisudawan TerbaikPada kesempatan itu, Ustaz Muzakkir mengumumkan dua wisudawan yang ditetapkan sebagai alumni terbaik, yakni Imam Aulia dan Nacsiatul Fadhila. Keduanya berhasil menghafal 30 juz Al-Quran dalam kurun waktu enam tahun.
Sistem pendidikan yang diterapkan IQ mendapat apresiasi dari wali santri. Mengutip laman resmi IQ, lembaga pendidikan tersebut memadukan kurikulum pendidikan nasional, Pondok Pesantren Gontor, dan Pondok Pesantren Salafi guna membentuk pribadi santri intelektual yang Qurani.
Sekitar 800 santri tengah menimba ilmu di lembaga pendidikan tersebut. Mereka semua dipersipkan untuk menjadi generasi muda Islam yang cakap dalam ilmu agama, tahfidzul Quran, sains, penguasaan bahasa asing, dan berakhlak mulia.
Salah seorang orang tua santri, Tamlicha Ali, mengatakan, pola pendidikan yang dikembangkan IQ sangat membanggakan. Selama enam tahun, para santri terus ditempa untuk melanjutkan tongkat estafet Nabi Muhammad SAW.
"Terima kasih kami orang tua wali santri untuk semua pengurus Dayah, mulai dari guru, ustad sampai juga ibu ibu di dapur," ujar Tamlicha.
Ustadz Muzakkir menasihati para santri dan alumni untuk tidak gentar dalam menuntut ilmu. "Kami berpesan kepada anak-anak untuk terus menimba ilmu dan terus mengamalkan ilmu yang telah didapatkan dan ingat al adab fauqal ilmi. Sebagaimana moto leting 5 yang harus dijadikan moto selama hidup," kata beliau.
(asf)