Ramzan Kadyrov Kecam Pembakaran Al-Qur'an di Swedia, Sebut Paludan Sebagai Iblis
Fajar adhitya
Senin, 23 Januari 2023 - 20:32 WIB
Rasmus Paludan mendapat kecaman usai membakar Alquran di luar kedutaan Turki di Stockholm, Swedia. (foto: newsarab)
Pembakaran Al-Qur'an oleh politisi anti-Islam Rasmus Paludan di Swedia memantik kemarahan dunia. Ramzan Kadyrov, pemimpin wilayah Chechnya sekutu Presiden Vladimir Putin di tengah konflik Rusia-Ukraina turut mengecam aksi pembakaran Al-Qur'an.
Kadyrov menyebut pelaku pembakar Al-Qur'an sebagai iblis. Dia menyebut Rasmus Paludan sebagai keturunan penghuni neraka.
“Bibit neraka ini protes kepada pejabat Ankara, yang memberikan suara menentang Swedia bergabung dengan NATO. Memang, hanya para penyembah iblis, bajingan paling bajingan, yang akan mengganggu kesakralan dan menyebutnya sebagai tanda protes,” kata Kadyrov di Telegram sebagaimana dilansir Euro Weekly News, Senin (23/1/2023).
Baca juga:DPR Desak Kemlu Protes ke Swedia Terkait Aksi Pembakaran Al-Quran
Aksi pembakaran Al-Qur'an terjadi di depan Kedutaan Turki di Stockholm. Pemimpin partai Hard Deal sayap kanan Denmark itu mendapat izin dari aparat keamanan Swedia menggelar demonstrasi.
Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan bahwa pembakaran Alquran di Stockholm menunjukkan tingkat Islamofobia, rasisme, dan diskriminasi yang ada di Eropa. Insiden itu juga menuai kecaman dari kementerian luar negeri Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.
Kadyrov menyebut pelaku pembakar Al-Qur'an sebagai iblis. Dia menyebut Rasmus Paludan sebagai keturunan penghuni neraka.
“Bibit neraka ini protes kepada pejabat Ankara, yang memberikan suara menentang Swedia bergabung dengan NATO. Memang, hanya para penyembah iblis, bajingan paling bajingan, yang akan mengganggu kesakralan dan menyebutnya sebagai tanda protes,” kata Kadyrov di Telegram sebagaimana dilansir Euro Weekly News, Senin (23/1/2023).
Baca juga:DPR Desak Kemlu Protes ke Swedia Terkait Aksi Pembakaran Al-Quran
Aksi pembakaran Al-Qur'an terjadi di depan Kedutaan Turki di Stockholm. Pemimpin partai Hard Deal sayap kanan Denmark itu mendapat izin dari aparat keamanan Swedia menggelar demonstrasi.
Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan bahwa pembakaran Alquran di Stockholm menunjukkan tingkat Islamofobia, rasisme, dan diskriminasi yang ada di Eropa. Insiden itu juga menuai kecaman dari kementerian luar negeri Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.