Kemenkes: Protein Hewani Efektif Cegah Stunting
Ummu hani
Selasa, 24 Januari 2023 - 10:43 WIB
Ilustrasi protein hewani. Foto: LANGIT7/iStock
Stunting masih jadi permasalahan serius di Indonesia. Tak sedikit calon orang tua belum teredukasi sejak hamil untuk mencegah anak dari stunting. Penyebab utama permasalahan gizi pada anak adalah asupan gizi yang tidak optimal dan infeksi berulang.
Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Kementerian Kesehatan, Ni Made Diah mengatakan, protein hewani dinilai efektif dalam mencegah anak mengalami stunting.
Baca juga: Kemenkes Kejar Penanganan Stunting dengan Antropometri di Posyandu
Diah mengungkapkan, pangan hewani mempunyai kandungan zat gizi lengkap, kaya protein dan vitamin sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan.
“Studi yang dilakukan oleh Headey et.al (2018) menyatakan ada bukti kuat hubungan antara stunting dan konsumsi pangan hewani pada balita 6-23 bulan, seperti susu atau produk olahannya, daging/ikan dan telur,” tutur Diah, dalam keterangan resmi, di laman Sehat Negeriku, Selasa (24/1/2023).
Penelitian tersebut menunjukkan konsumsi pangan berasal dari protein hewani lebih dari satu jenis jauh menguntungkan. Protein hewani penting dalam penurunan stunting.
Tingkat kecukupan konsumsi energi dan protein dapat digunakan sebagai indikator untuk melihat kondisi gizi masyarakat. Berdasarkan Susenas 2022, konsumsi protein nasion per kapita sudah berada di atas standar kecukupan yaitu 62,21 gram.
Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Kementerian Kesehatan, Ni Made Diah mengatakan, protein hewani dinilai efektif dalam mencegah anak mengalami stunting.
Baca juga: Kemenkes Kejar Penanganan Stunting dengan Antropometri di Posyandu
Diah mengungkapkan, pangan hewani mempunyai kandungan zat gizi lengkap, kaya protein dan vitamin sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan.
“Studi yang dilakukan oleh Headey et.al (2018) menyatakan ada bukti kuat hubungan antara stunting dan konsumsi pangan hewani pada balita 6-23 bulan, seperti susu atau produk olahannya, daging/ikan dan telur,” tutur Diah, dalam keterangan resmi, di laman Sehat Negeriku, Selasa (24/1/2023).
Penelitian tersebut menunjukkan konsumsi pangan berasal dari protein hewani lebih dari satu jenis jauh menguntungkan. Protein hewani penting dalam penurunan stunting.
Tingkat kecukupan konsumsi energi dan protein dapat digunakan sebagai indikator untuk melihat kondisi gizi masyarakat. Berdasarkan Susenas 2022, konsumsi protein nasion per kapita sudah berada di atas standar kecukupan yaitu 62,21 gram.