Film Sawanen Ungkap Fakta Demam pada Anak usai Imunisasi
Arif purniawan
Selasa, 24 Januari 2023 - 15:25 WIB
ilustrasi (Foto : RSIA Stella Maris)
Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Demak menggelar kegiatan nonton bareng film berjudul Sawanen di Gedung Pengurus Nahdlatul Ulama (PCNU) Demak, pada Ahad (22/1/2023) lalu.
Film Sawanen merupakan film garapan Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Tengah bekerjasama dengan UNICEF, lembaga PBB yang fokus dalam tumbuh kembang anak-anak di dunia.
Ketua PC Fatayat NU Demak Khoirun Nisa mengatakan, film Sawenan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya imunisasi untuk anak-anak. Pembuatan film dilatarbelakangi dengan maraknya berita bohong (hoaks) terkait imunisasi.
Baca juga: Putuskan Hijrah, Artis Rico Verald Pilih-Pilih Job Syuting
“Pesan hoaks yang disampaikan memunculkan anggapan setelah anak diimunisasi kemudian terkena demam yang berkepanjangan atau dalam istilah orang Jawa sering disebut sawanen,” kata Nisa.
"Beredarnya informasi hoaks ini mengakibatkan sebagian masyarakat ada yang takut dengan program imunisasi lengkap pada anak-anak (Hepatitis, Polio, DPT, BCG, Campak, Rubella, DD),” jelasnya.
Selain rasa takut, sebagian masyarakat ada yang menganggap bahwa imunisasi adalah haram, mengandung daging babi, dan bisa menyebabkan autis kepada anak. Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menyatakan kehalalan imunisasi.
Film Sawanen merupakan film garapan Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Tengah bekerjasama dengan UNICEF, lembaga PBB yang fokus dalam tumbuh kembang anak-anak di dunia.
Ketua PC Fatayat NU Demak Khoirun Nisa mengatakan, film Sawenan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya imunisasi untuk anak-anak. Pembuatan film dilatarbelakangi dengan maraknya berita bohong (hoaks) terkait imunisasi.
Baca juga: Putuskan Hijrah, Artis Rico Verald Pilih-Pilih Job Syuting
“Pesan hoaks yang disampaikan memunculkan anggapan setelah anak diimunisasi kemudian terkena demam yang berkepanjangan atau dalam istilah orang Jawa sering disebut sawanen,” kata Nisa.
"Beredarnya informasi hoaks ini mengakibatkan sebagian masyarakat ada yang takut dengan program imunisasi lengkap pada anak-anak (Hepatitis, Polio, DPT, BCG, Campak, Rubella, DD),” jelasnya.
Selain rasa takut, sebagian masyarakat ada yang menganggap bahwa imunisasi adalah haram, mengandung daging babi, dan bisa menyebabkan autis kepada anak. Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menyatakan kehalalan imunisasi.