Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 05 September 2026
home masjid detail berita

Aa Gym: Waktu Adalah Modal Hidup yang Terus Berkurang, Jangan Sampai Dicuri

nabil Sabtu, 05 September 2026 - 05:04 WIB
Aa Gym: Waktu Adalah Modal Hidup yang Terus Berkurang, Jangan Sampai Dicuri
LANGIT7.ID-Jakarta; Pendakwah Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym menyampaikan nasihat tegas soal pentingnya menjaga waktu dalam kajian terbaru yang menjadi sorotan publik.

Menurut Aa Gym, waktu merupakan modal terbesar yang diberikan Allah kepada manusia. Modal ini sudah ditetapkan sejak lahir, termasuk kapan dan di mana seseorang akan meninggal dunia. Namun yang disayangkan, setiap hari modal itu terus berkurang tanpa banyak disadari.

“Pencuri yang paling berbahaya itu pencuri waktu. Kenapa? Karena waktu yang sudah dicuri tidak akan bisa kembali lagi,” kata Aa Gym, dikutip dari instagram pribadinya, Sabtu (5/9/2026).

Ia membandingkan dengan pencuri dompet yang masih mungkin dikembalikan. Sementara waktu yang hilang, selamanya pergi dan tidak bisa diulang.

Aa Gym juga mengingatkan bahwa nasib seseorang ke depan sangat dipengaruhi oleh apa yang dilakukan dan diucapkan saat ini. Ia menekankan agar setiap orang berhenti melakukan perbuatan buruk karena hal itu justru mengundang musibah dan kesulitan dalam hidup.

“Kitalah yang mengundang berbagai musibah dan bencana. Maka stoplah melakukan hal yang tidak baik, karena kita akan celaka,” tegasnya.

Nasihat ini menjadi pengingat bagi banyak orang, terutama anak muda Muslim, untuk lebih bijak dalam menggunakan waktu. Gunakan setiap kesempatan untuk berbuat kebaikan sebelum waktu benar-benar habis dan tidak bisa diulang kembali.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 05 September 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:55
Ashar
15:11
Maghrib
17:55
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan