Jokowi Ungkap Empat Langkah Sukses Indonesia Tangani Pandemi
Garry Talentedo Kesawa
Jum'at, 27 Januari 2023 - 19:17 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto: BPMI Setpres)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan langkah sukses pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 yang melanda sejak 2020 lalu. Langkah pertama yang diambil pemerintah adalah melakukan manajemen makro dan mikro secara efektif sehingga semua pihak ikut serta menangani pandemi Covid-19.
Hal tersebut disampaikan Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Transisi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) Tahun 2023.
"Saya melihat semuanya kita ini bekerja karena tertekan oleh persoalan, tertekan oleh masalah, semuanya bekerja. Itu yang tidak saya lihat sebelum-sebelumnya," kata Jokowi.
Baca Juga:Jokowi Beri Warning Usai Kebijakan PPKM Dicabut
Jokowi menuturkan bahwa Indonesia dan seluruh negara belum memiliki pengalaman dalam mengatasi pandemi. Di saat sebagian besar menteri menyarankan untuk melakukan lockdown, Jokowi rupanya memiliki pertimbangan lain.
"Hitungan saya, dalam 2 atau 3 minggu rakyat sudah enggak bisa memiliki peluang yang kecil untuk mencari nafkah, semuanya ditutup, negara tidak bisa memberikan bantuan kepada rakyat, apa yang terjadi? Rakyat pasti rusuh. Itu yang kita hitung sehingga kita putuskan saat itu tidak lockdown," ungkap Jokowi.
Langkah kedua, sinergi dan kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga TNI dan Polri. Hal tersebut dapat terlihat dari jumlah vaksin Covid-19 yang telah disuntikkan kepada masyarakat yang sudah mencapai 448 juta suntikan.
Hal tersebut disampaikan Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Transisi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) Tahun 2023.
"Saya melihat semuanya kita ini bekerja karena tertekan oleh persoalan, tertekan oleh masalah, semuanya bekerja. Itu yang tidak saya lihat sebelum-sebelumnya," kata Jokowi.
Baca Juga:Jokowi Beri Warning Usai Kebijakan PPKM Dicabut
Jokowi menuturkan bahwa Indonesia dan seluruh negara belum memiliki pengalaman dalam mengatasi pandemi. Di saat sebagian besar menteri menyarankan untuk melakukan lockdown, Jokowi rupanya memiliki pertimbangan lain.
"Hitungan saya, dalam 2 atau 3 minggu rakyat sudah enggak bisa memiliki peluang yang kecil untuk mencari nafkah, semuanya ditutup, negara tidak bisa memberikan bantuan kepada rakyat, apa yang terjadi? Rakyat pasti rusuh. Itu yang kita hitung sehingga kita putuskan saat itu tidak lockdown," ungkap Jokowi.
Langkah kedua, sinergi dan kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga TNI dan Polri. Hal tersebut dapat terlihat dari jumlah vaksin Covid-19 yang telah disuntikkan kepada masyarakat yang sudah mencapai 448 juta suntikan.