LANGIT7.ID, Jakarta - Presiden
Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan langkah sukses pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 yang melanda sejak 2020 lalu. Langkah pertama yang diambil pemerintah adalah melakukan manajemen makro dan mikro secara efektif sehingga semua pihak ikut serta menangani pandemi Covid-19.
Hal tersebut disampaikan Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Transisi Penanganan
Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) Tahun 2023.
"Saya melihat semuanya kita ini bekerja karena tertekan oleh persoalan, tertekan oleh masalah, semuanya bekerja. Itu yang tidak saya lihat sebelum-sebelumnya," kata Jokowi.
Baca Juga: Jokowi Beri Warning Usai Kebijakan PPKM DicabutJokowi menuturkan bahwa Indonesia dan seluruh negara belum memiliki pengalaman dalam mengatasi
pandemi. Di saat sebagian besar menteri menyarankan untuk melakukan
lockdown, Jokowi rupanya memiliki pertimbangan lain.
"Hitungan saya, dalam 2 atau 3 minggu rakyat sudah enggak bisa memiliki peluang yang kecil untuk mencari nafkah, semuanya ditutup, negara tidak bisa memberikan bantuan kepada rakyat, apa yang terjadi? Rakyat pasti rusuh. Itu yang kita hitung sehingga kita putuskan saat itu tidak
lockdown," ungkap Jokowi.
Langkah kedua, sinergi dan kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga TNI dan Polri. Hal tersebut dapat terlihat dari jumlah
vaksin Covid-19 yang telah disuntikkan kepada masyarakat yang sudah mencapai 448 juta suntikan.
"Itu semuanya bisa kita lakukan dan kita melihat TNI dan Polri betul-betul bekerja melampaui tugas intinya. Ke kampung-kampung ngajakin rakyat untuk mau divaksin, bukan pekerjaan yang mudah," ucap Presiden.
Baca Juga: Jokowi Semedi 3 Hari sebelum Putuskan Lockdown saat Awal PandemiLangkah ketiga, melakukan manajemen 'gas dan rem' dalam rangka menyeimbangkan penanganan di sektor kesehatan dan pemulihan ekonomi. Jokowi menyebut langkah tersebut bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan.
"Begitu hitungan salah sedikit, ekonomi akan jatuh. Tetapi begitu gasnya terlalu kencang juga pandeminya bisa naik. Itulah yang kita lakukan menjaga keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi yang semuanya menekan manajemen negara, tidak mudah," ujarnya.
Langkah keempat, pemerintah melakukan keputusan dan kecepatan bertindak dalam menangani pandemi Covid-19. "Kita harus melakukan keputusan dan cepat bertindak, ini yang juga tidak mudah. Kecepatan bertindak sesuai dengan data-data lapangan yang ada, tidak mudah," tuturnya.
Baca Juga:
Cegah Stunting, Jokowi Tekankan Pentingnya Kesiapan Lahir Batin sebelum Menikah
Angka Kelahiran di Indonesia Stabil, Jokowi Pastikan Tak Ada Resesi Seks(gar)