Mengenal Skin Barrier, Ciri-ciri Kerusakan hingga Cara Merawatnya
Ummu hani
Senin, 30 Januari 2023 - 14:50 WIB
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
Skin barrier atau lapisan penghalang kulit sehat dan utuh merupakan hal paling penting. Pasalnya, apabila skin barrier rusak dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan kulit, seperti jerawat, penuaan, kulit bersisik, dan lainnya.
Skin barrier merupakan salah satu lapisan kulit paling luar atau stratum korneum. Sejauh ini, masih banyak belum mengetahui apa itu skin barrier dan bagaimana cara merawatnya.
Melansir dari Healthline, Senin (30/1/2023), skin barrier terdiri dari sel-sel kulit keras disebut corneocytes terikat bersama lipid seperti mortar. Dalam sel kulit, terdapat keratin dan pelembab alami, seperti lapisan lipid mengandung kolesterol, asam lemak, dan ceramide.
Baca Juga:Jaga Kesehatan Rambut, Baiknya Tak Keramas Setiap Hari
Lapisan tipis ini berfungsi melindungi kulit dari radikal bebas yang memiliki dampak buruk bagi kulit. Tanpa skin barrier, air di dalam tubuh akan keluar dan menguap, sehingga membuat dehidrasi.
Sejatinya, setiap hari kulit berusaha bertahan dari ancaman. Aktivitas harian di luar rumah membuat kulit terkena debu, dan partikel kotoran lainnya.
Beberapa faktor eksternal dan internal dapat memengaruhi skin barrier, meliputi lingkungan yang terlalu lembap atau terlalu kering. Selain itu, alergen, iritan, dan polutan juga dapat merusak lapisan pelindung kulit.
Skin barrier merupakan salah satu lapisan kulit paling luar atau stratum korneum. Sejauh ini, masih banyak belum mengetahui apa itu skin barrier dan bagaimana cara merawatnya.
Melansir dari Healthline, Senin (30/1/2023), skin barrier terdiri dari sel-sel kulit keras disebut corneocytes terikat bersama lipid seperti mortar. Dalam sel kulit, terdapat keratin dan pelembab alami, seperti lapisan lipid mengandung kolesterol, asam lemak, dan ceramide.
Baca Juga:Jaga Kesehatan Rambut, Baiknya Tak Keramas Setiap Hari
Lapisan tipis ini berfungsi melindungi kulit dari radikal bebas yang memiliki dampak buruk bagi kulit. Tanpa skin barrier, air di dalam tubuh akan keluar dan menguap, sehingga membuat dehidrasi.
Sejatinya, setiap hari kulit berusaha bertahan dari ancaman. Aktivitas harian di luar rumah membuat kulit terkena debu, dan partikel kotoran lainnya.
Beberapa faktor eksternal dan internal dapat memengaruhi skin barrier, meliputi lingkungan yang terlalu lembap atau terlalu kering. Selain itu, alergen, iritan, dan polutan juga dapat merusak lapisan pelindung kulit.