Astronaut UEA Bakal Jalani Puasa Ramadhan di Luar Angkasa
Fajar adhitya
Sabtu, 04 Februari 2023 - 04:00 WIB
Astronaut UEA, Sultan Al Neyadi. Foto: Twitter/@AstroAlneyadi.
Sultan Al-Neyadi akan menjadi astronaut utama misi berawak kedua dari Program Astronot Uni Emirat Arab (UEA) ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Selama diorbit, dia berkomitmen tetap menjalankan puasa Ramadhan.
Al-Neyadi yang dijuluki "Sultan Luar Angkasa" oleh almamaternya, akan meluncur pada 26 Februari ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) menggunakan roket SpaceX Falcon 9. Ia akan berada di luar angkasa selama 6 bulan.
Baca juga: John McFall, Calon Astronot Disabilitas Pertama di Dunia
Orang Emirat kedua yang melakukan perjalanan ke luar angkasa ini mengatakan ingin merayakan bulan suci Ramadhan di langit sana. Sebagaimana umat Islam di bumi yang berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam.
Namun, berpuasa di luar angkasa, menurutnya, akan menghadirkan tantangan unik. Puasa di orbit tidak sama dengan di bumi.
"ISS melakukan perjalanan dengan cepat ... artinya ia mengorbit mengelilingi Bumi dalam 90 menit," katanya kepada wartawan di Dubai dilansir Alarabiya, Jumat (3/2/2023).
"Rata-rata, ada 16 matahari terbit dan terbenam setiap hari ... Kapan kamu (mulai dan) berbuka puasa?" Imbuhnya.
Al-Neyadi yang dijuluki "Sultan Luar Angkasa" oleh almamaternya, akan meluncur pada 26 Februari ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) menggunakan roket SpaceX Falcon 9. Ia akan berada di luar angkasa selama 6 bulan.
Baca juga: John McFall, Calon Astronot Disabilitas Pertama di Dunia
Orang Emirat kedua yang melakukan perjalanan ke luar angkasa ini mengatakan ingin merayakan bulan suci Ramadhan di langit sana. Sebagaimana umat Islam di bumi yang berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam.
Namun, berpuasa di luar angkasa, menurutnya, akan menghadirkan tantangan unik. Puasa di orbit tidak sama dengan di bumi.
"ISS melakukan perjalanan dengan cepat ... artinya ia mengorbit mengelilingi Bumi dalam 90 menit," katanya kepada wartawan di Dubai dilansir Alarabiya, Jumat (3/2/2023).
"Rata-rata, ada 16 matahari terbit dan terbenam setiap hari ... Kapan kamu (mulai dan) berbuka puasa?" Imbuhnya.