DPR Apresiasi Upaya Kemenparekraf Tarik WNA ke Indonesia Lewat TikTok
Garry Talentedo Kesawa
Ahad, 05 Februari 2023 - 11:05 WIB
Ilustrasi perjalanan internasional di masa pandemi Covid-19. (Foto: Langit7.id/iStock)
Anggota Komisi X DPR RI, Illiza Sa'aduddin Djamal mengapresiasi sejumlah wacana Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan menarik Warga Negara Asing (WNA) datang berkunjung ke Indonesia dengan menggunakan aplikasi seperti Tik Tok.
Illiza menyambut baik wacana yang dicanangkan Kemenparekraf tersebut. Namun, dia mengingatkan Kemenparekraf agar tetap mengedepankan sistem keamanan hingga transparansi secara terbuka. Hal ini jika sewaktu-waktu bisa dipertanggungjawabkan.
"Kami mengapresiasi wacana pemerintah terkait dengan pengajuan visa WNA via platform atau aplikasi sepanjang aspek keamanannya, keterbukaan, transparansi, dan jelas tujuan serta konsekwensi akan dihadapi dari keinginan atau wacana tersebut," katanya, Ahad (5/2/2023).
Baca Juga:Menparekraf: ASEAN Tourism Forum 2023 jadi Upaya Tarik Wisman
Menurut Illiza, penggunaan aplikasi memang tidak bisa dihindari lagi. Terlebih dengan adanya artificial Intellegence (AI) di berbagai aplikasi merupakan bagian dari transformasi teknologi saat ini.
Kendati demikian, semua wisatawan mancanegara (wisman) harus mendapat pengawalan dan informasi akurat serta terbuka, baik sebelum, sedang dan selesai dari kunjungan sebagai wisman. "Ini penting agar negara tidak dirugikan atas informasi masuk dan keluar wisman tersebut," ujar politikus PPP tersebut.
Menurut Illiza, pada tahun 2022, tercatat mulai Januari-November terdapat 114.513 kunjungan dari China mengalami kenaikan dari tahun 2021. Berkaca dari hal tersebut, amat wajar jika pemerintah melonggarkan aturan demi tercapainya target kunjung wisman di 2023.
Illiza menyambut baik wacana yang dicanangkan Kemenparekraf tersebut. Namun, dia mengingatkan Kemenparekraf agar tetap mengedepankan sistem keamanan hingga transparansi secara terbuka. Hal ini jika sewaktu-waktu bisa dipertanggungjawabkan.
"Kami mengapresiasi wacana pemerintah terkait dengan pengajuan visa WNA via platform atau aplikasi sepanjang aspek keamanannya, keterbukaan, transparansi, dan jelas tujuan serta konsekwensi akan dihadapi dari keinginan atau wacana tersebut," katanya, Ahad (5/2/2023).
Baca Juga:Menparekraf: ASEAN Tourism Forum 2023 jadi Upaya Tarik Wisman
Menurut Illiza, penggunaan aplikasi memang tidak bisa dihindari lagi. Terlebih dengan adanya artificial Intellegence (AI) di berbagai aplikasi merupakan bagian dari transformasi teknologi saat ini.
Kendati demikian, semua wisatawan mancanegara (wisman) harus mendapat pengawalan dan informasi akurat serta terbuka, baik sebelum, sedang dan selesai dari kunjungan sebagai wisman. "Ini penting agar negara tidak dirugikan atas informasi masuk dan keluar wisman tersebut," ujar politikus PPP tersebut.
Menurut Illiza, pada tahun 2022, tercatat mulai Januari-November terdapat 114.513 kunjungan dari China mengalami kenaikan dari tahun 2021. Berkaca dari hal tersebut, amat wajar jika pemerintah melonggarkan aturan demi tercapainya target kunjung wisman di 2023.