home global news

Rektor Paramadina: Utang Pemerintah Terlalu Agresif Namun Tidak Efisien

Jum'at, 10 Februari 2023 - 07:40 WIB
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Rektor Universitas Paramadina, Prof Didik J Rachbini, menjelaskan, pemerintah memberlakukan kebijakan fiskal yang ekspansif dan kebijakanutang yang agresif pada satu dekade terakhir.

Menurutnya, pada periode 2004-2014, pertumbuhan ekonomi rata-rata 6% dengan asio utang yang terus turun dari 43% sampai 24%. Berarti, pada masa itu utang benar-benar ditekan agar efisien, dan penggunaan utang dijaga untuk yang benar-benar diperlukan.

Namun, pada periode 2014-2023, rasio utang Indonesia tumbuh dari 24% terus meningkat ke 41% dari PDB. Namun anehnya, pertumbuhan ekonomi saat ini hanya 5% ke bawah. Atas dasar itu, Didik menyimpulkan bahwa pemerintah terlalu agresif dalam berutang dan tidak efisien.



Baca Juga: Utang Negara Diprediksi Tembus 9.800 T di Akhir Pemerintahan Jokowi



“Utang yang ditarik digunakan secara tidak efisien. Saya berani katakan itu. Jadi yang diputuskan Banggar soal utang kita harus dicatat, itu tidak efisien,” kata Didik dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (9/2/2023).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
utang pemerintah belanja pemerintah prof didik rachbini utang luar negeri
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya