Ekosistem pendidikan tinggi terancam jika PTN terus ekspansi mahasiswa tanpa batas. Prof Didik Rachbini dorong pembatasan kuota PTN demi keadilan bagi PTS dan keberlangsungan pendidikan nasional.
Rektor Universitas Paramadina, Prof Didik J Rachbini, menjelaskan, pemerintah memberlakukan kebijakan fiskal yang ekspansif dan kebijakan utang yang agresif pada satu dekade terakhir.
Pendiri Big Data Continuum, Prof Dr Didik J Rachbini, menemukan lima masalah politik krusial yang berpotensi menyebabkan demokrasi di Indonesia masuk jurang.
Rektor Universitas Paramadina, Prof Didik J Rachbini, menegaskan, intelektual muda atau mahasiswa memiliki peran penting sebagai episentrum gerakan dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Dr. Didik J Rachbini menyoroti pernyataan kontroversial Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil yang mengancam akan bergabung dengan Malaysia. Kekecewaan Bupati Meranti muncul karena dana bagi hasil (DBH) yang diterima tidak adil.
Didik menilai, publik terlalu berlebihan bila berharap para pemimpin negara anggota G20 akan bertindak lebih jauh soal perdamaian Rusia-Ukraina. Masalah paling utama di kancah global ini tidak terpecahkan dalam KTT tersebut.
Pelemahan KPK juga berdampak pada memburuknya kualitas demokrasi. Ketika kegiatan antikorupsi diperjuangkan KPK semakin menurun, maka dampak yang dihasilkan semakin besar terhadap nilai demokrasi.
Rektor Universitas Paramadina, Prof Didik J Rachbini, Ph.D mengapresiasi upaya berani Jokowi tersebut dan berharap upaya menginisiasi perdamaian antara Rusia dan Ukraina tidak hanya berhenti dalam satu kunjungan saja tapi terus berlanjut.
Rektor Universitas Paramadina Prof Didik J Rachbini, Ph.D menilai misi perdamaian Jokowi ke Ukraina dan Rusia jadi secercah harapan dan langkah awal agar bumi lebih damai dan jauh dari perang.