LANGIT7.ID, Jakarta - Ekonom Didik J Rachbini menyoroti dampak pertemuan KTT G20 yang baru saja terlaksana di Bali. Dia meragukan pertemuan para tokoh dan bintang politisi menghasilkan solusi konkret guna memecahkan permasalahan global yang paling berat.
Didik menyebutkan salah satu masalah berat dunia internasional di depan mata saat ini adalah kecamuk perang Rusia-Ukraina. Menurut dia, masalah paling krusial soal perang tersebut sama sekali tidak disentuh.
“Para pemimpin itu semua tidak mampu menyelesaikan masalah ini. Ini masalah berat yang ada di depan mata seluruh pimpinan 20 negara tersebut,” kata Didik dalam keterangannya, Jumat (18/11/2022).
Didik menilai, publik terlalu berlebihan bila berharap para pemimpin negara anggota G20 akan bertindak lebih jauh soal perdamaian Rusia-Ukraina. Masalah paling utama di kancah global ini tidak terpecahkan dalam KTT tersebut.
“Bahkan usaha untuk menyelesaikan masalah tersebut bisa dikatakan absen. KTT ini bisa dikatakan tidak bermakna sebagai solusi konflik Rusia Ukraina, yang dampaknya sangat luas dan bersifat semesta global,” imbuh Rektor Universitas Paramadina.
Baca Juga: Peresmian Masjid hingga Pospenas, Ini 5 Acara Besar di Solo Selama November 2022KTT G20 pada dasarnya merupakan ajang prestise yang bersifat sebagai fondasi dan jembatan komunikasi antarbangsa dan para pemimpinnya. Pertemuan tersebut layak disebut baik dan positif untuk semua.
Namun, menurut Didik, jika berhenti pada pertemuan itu saja, maka jauh dari memadai dan tidak cukup sebagai solusi masalah-masalah bersama. Karena itu harus ada kerja turunannya di level menteri, gubernur, pengusaha, dan stakeholders lainnya.
“Jika, soal krusial perang tidak bisa selesai di KTT ini, maka kerja sama ekonomi paling penting untuk ditindaklanjuti pascapertemuan ini sebab 20 negara ini dikumpulkan karena ukuran ekonominya,” kata Didik.
Sebagai contoh transisi ekonomi hijau yang ditawarkan Biden perlu tindak lanjut dengan harapan ada keuntungan ekonomi Indonesia dan mitranya AS. Juga kebijakan friend shoring perlu ditanggapi lanjutan.
“Jika perdagangan di investasi tidak naik signifikan, maka pertemuan KTT Bali cuma menghabiskan biaya dan cuma kumpul-kumpul mahal pejabat dan pimpinan negara yang tergabung dalam forum G20 tersebut,” tutur Didik.
Baca Juga: Permudah Bayar Pajak, Bapenda Kota Makassar Kenalkan Aplikasi PAKINTA(zhd)