Angkie Yudistia Luncurkan Pusat Pelatihan Kerja Disabilitas
Fajar adhitya
Jum'at, 17 Februari 2023 - 20:39 WIB
Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia membuka pusat pelatihan kerja untuk kelompok disabilitas. Foto: Istimewa.
Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia membuka pusat pelatihan kerja untuk kelompok disabilitas. Program Pusat Pelatihan Vokasi Disabilitas berlokasi di Sekolah PKBM Alfa Omega, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten.
Pusat pelatihan disabilitas ini adalah sebagai upaya untuk meningkatkan serapan kerja di Indonesia.
“Kami berharap Pusat Pelatihan Vokasi Disabilitas mampu menjembatani antara permintaan dan kebutuhan yang melibatkan disabilitas sebagai aspek utama untuk terus dikembangkan kemampuannya sehingga bersifat kompetitif dan unggul dalam daya saing di industri kerja” ucap Angkie Yudistia, di Tangerang, Jumat (17/2/2023).
Baca juga: Angkie Yudistia Harap Rumah Digital untuk Disabilitas Bantu Difabel Melek Teknologi
Mengacu pada Survei Angkatan Kerja Nasional atau Sakernas tahun 2021 dari Badan Pusat Statistik (BPS), dari 16,5 juta jiwa penyandang disabilitas, hanya 7,6 juta jiwa yang terserap dalam dunia kerja.
Sementara data Kementerian Tenaga Kerja mencatat 1,73 persen perusahaan yang merekrut dan mempekerjakan penyandang disabilitas.
“1,73 persen itu 969 perusahaan yang menerima pekerja dari penyandang disabilitas. Dan data kementerian tenaga kerja, hanya 0.02 persen atau 3433 tenaga kerja disabilitas yang terserap ke pasar kerja," terang Angkie.
Pusat pelatihan disabilitas ini adalah sebagai upaya untuk meningkatkan serapan kerja di Indonesia.
“Kami berharap Pusat Pelatihan Vokasi Disabilitas mampu menjembatani antara permintaan dan kebutuhan yang melibatkan disabilitas sebagai aspek utama untuk terus dikembangkan kemampuannya sehingga bersifat kompetitif dan unggul dalam daya saing di industri kerja” ucap Angkie Yudistia, di Tangerang, Jumat (17/2/2023).
Baca juga: Angkie Yudistia Harap Rumah Digital untuk Disabilitas Bantu Difabel Melek Teknologi
Mengacu pada Survei Angkatan Kerja Nasional atau Sakernas tahun 2021 dari Badan Pusat Statistik (BPS), dari 16,5 juta jiwa penyandang disabilitas, hanya 7,6 juta jiwa yang terserap dalam dunia kerja.
Sementara data Kementerian Tenaga Kerja mencatat 1,73 persen perusahaan yang merekrut dan mempekerjakan penyandang disabilitas.
“1,73 persen itu 969 perusahaan yang menerima pekerja dari penyandang disabilitas. Dan data kementerian tenaga kerja, hanya 0.02 persen atau 3433 tenaga kerja disabilitas yang terserap ke pasar kerja," terang Angkie.