LANGIT7.ID - , Tangerang - Staf Khusus Presiden
Angkie Yudistia membuka pusat
pelatihan kerja untuk kelompok disabilitas. Program Pusat Pelatihan Vokasi Disabilitas berlokasi di Sekolah PKBM Alfa Omega, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten.
Pusat pelatihan disabilitas ini adalah sebagai upaya untuk meningkatkan serapan kerja di Indonesia.
“Kami berharap Pusat Pelatihan Vokasi Disabilitas mampu menjembatani antara permintaan dan kebutuhan yang melibatkan
disabilitas sebagai aspek utama untuk terus dikembangkan kemampuannya sehingga bersifat kompetitif dan unggul dalam daya saing di industri kerja” ucap Angkie Yudistia, di Tangerang, Jumat (17/2/2023).
Baca juga: Angkie Yudistia Harap Rumah Digital untuk Disabilitas Bantu Difabel Melek TeknologiMengacu pada Survei Angkatan Kerja Nasional atau Sakernas tahun 2021 dari Badan Pusat Statistik (
BPS), dari 16,5 juta jiwa penyandang disabilitas, hanya 7,6 juta jiwa yang terserap dalam dunia kerja.
Sementara data Kementerian Tenaga Kerja mencatat 1,73 persen perusahaan yang merekrut dan mempekerjakan penyandang disabilitas.
“1,73 persen itu 969 perusahaan yang menerima pekerja dari penyandang disabilitas. Dan data kementerian tenaga kerja, hanya 0.02 persen atau 3433 tenaga kerja disabilitas yang terserap ke pasar kerja," terang Angkie.
Menurut Angkie, angka tersebut masih sangat minim bila melihat dari jumlah penyandang disabilitas di Indonesia sebanyak 22,98 juta jiwa dengan 16,5 juta diantaranya merupakan usia produktif kerja.
Baca juga: Alfian Andhika, Disabilitas Netra Lulusan Unair Berhasil Jadi ASNOleh karena itu, Angkie berkeinginan mengajak seluruh elemen lintas sektor berkolaborasi menumbuhkan ekosistem yang ramah disabilitas agar bisa masuk dalam dunia kerja dan memenuhi kuota ketercapaian yang diamanahkan undang-undang.
“Kita ingin, disabilitas yang ada di dunia kerja, bukan hadir karena sekadar ingin mencapai kuota, namun bisa berkontribusi sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan, baik BUMN, BUMD, swasta, hingga instansi pemerintahan. Mereka benar-benar memiliki skillset yang dibutuhkan sehingga Pusat Pelatihan Vokasi Disabilitas ini bersifat
ready to work”, papar Angkie sebagai inisiator.
Pusat Pelatihan Vokasi Disabilitas menjadi wadah untuk mengumpulkan disabilitas di Indonesia agar mendapat pelatihan yang disesuaikan dengan standar permintaan dunia kerja. Sehingga disabilitas yang masuk didalamnya memiliki kemampuan siap pakai dalam instansi maupun industri swasta.
(est)