Di Negeri Gingseng, Anda Akan Ditanya Kenapa Pakai Jilbab?
Ilham anugrah
Kamis, 08 Juli 2021 - 15:34 WIB
Prida Erni Kesuma, mahasiswi S2 KINGS asal Indonesia. (foto: istimewa)
Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Setiap daerah punya adat istiadat berbeda. Aturan di suatu tempat bisa berbeda dengan daerah lain. Terlebih lagi antara Indonesia dan Korea Selatan.
Di negeri ginseng itu, Prida Erni Kesuma, mahasiswi S2 KINGS (KEPCO International Nuclear Graduate School) berbagi pengalaman kepada Sobat LANGIT7.ID, Selasa (7/7/2021). Prida mengaku menerima banyak pertanyaan sepele mengenai busana dan pilihan makanan. Dari busana hingga makanan pun jadi perhatian warga setempat. “Mereka seperti bertanya-tanya saja, kalau melihat saya di tempat umum,” katanya saat dihubungi LANGIT7.ID.
Dia tentu paham. Di mana kaki berpijak, di situ langit dijunjung. Lebih dari itu, Prida tahu warga di sana memang kurang tahu tentang Islam. Teman-temannya di Korea juga sering menghadapi pertanyaan yang sama. Berikut bincang-bincang wartawan LANGIT7.ID, Ilham Saputra, dengan Prida:
"(Prida Erni Kesuma, mahasiswi S2 KINGS)"
Halo, apa kabar? Bisa diceritakan soal pengalaman selama berada di Korea?
Pertama kali, saya menjalani karantina 14 hari. Sempat juga puasa Ramadhan di sini. Pengalaman karena saya berjilbab. Mereka kayak nggak pernah lihat. Mereka seperti wonder saja kalau melihat saya di tempat umum. Cuma karena kita menyapa, mereka juga terkesan. Jadi sebenarnya, karena ketidaktahuan mereka sih tentang islam, karena (Islam) minoritas di sini. Selama di sini, mungkin teman-teman di Korea tidak paham Islam.
Rata-rata Budha dan atheis, sebagian kecil Kristen. Mereka heran dan bertanya. Mengapa sih kamu nggak makan pork (daging babi) dan minuman beralkohol. Kalau di sini memang kayak gitu. Tradisi makanan, pasti ada pork-nya dan mungkin sudah seperti itu budayanya. Tidak hanya makanan. Minuman juga, kalau nggak ada pork-nya, ada alkoholnya.
Di negeri ginseng itu, Prida Erni Kesuma, mahasiswi S2 KINGS (KEPCO International Nuclear Graduate School) berbagi pengalaman kepada Sobat LANGIT7.ID, Selasa (7/7/2021). Prida mengaku menerima banyak pertanyaan sepele mengenai busana dan pilihan makanan. Dari busana hingga makanan pun jadi perhatian warga setempat. “Mereka seperti bertanya-tanya saja, kalau melihat saya di tempat umum,” katanya saat dihubungi LANGIT7.ID.
Dia tentu paham. Di mana kaki berpijak, di situ langit dijunjung. Lebih dari itu, Prida tahu warga di sana memang kurang tahu tentang Islam. Teman-temannya di Korea juga sering menghadapi pertanyaan yang sama. Berikut bincang-bincang wartawan LANGIT7.ID, Ilham Saputra, dengan Prida:
"(Prida Erni Kesuma, mahasiswi S2 KINGS)"
Halo, apa kabar? Bisa diceritakan soal pengalaman selama berada di Korea?
Pertama kali, saya menjalani karantina 14 hari. Sempat juga puasa Ramadhan di sini. Pengalaman karena saya berjilbab. Mereka kayak nggak pernah lihat. Mereka seperti wonder saja kalau melihat saya di tempat umum. Cuma karena kita menyapa, mereka juga terkesan. Jadi sebenarnya, karena ketidaktahuan mereka sih tentang islam, karena (Islam) minoritas di sini. Selama di sini, mungkin teman-teman di Korea tidak paham Islam.
Rata-rata Budha dan atheis, sebagian kecil Kristen. Mereka heran dan bertanya. Mengapa sih kamu nggak makan pork (daging babi) dan minuman beralkohol. Kalau di sini memang kayak gitu. Tradisi makanan, pasti ada pork-nya dan mungkin sudah seperti itu budayanya. Tidak hanya makanan. Minuman juga, kalau nggak ada pork-nya, ada alkoholnya.