Xi Jinping dan Vladimir Putin Sepakat Bantu Afghanistan
Ahmad zuhdi
Kamis, 26 Agustus 2021 - 12:05 WIB
Presiden China Xi Jinping (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan). Foto: Istimewa
China dan Rusia kompak hendak membantu Afghanistan keluar dari situasi sulit yang berlangsung. Hal tersebut dibuktikan dengan bersepakatnya dua pimpinan negara tersebut, yakni Xi Jinping dan Vladimir Putin.
Kedua presiden tersebut hendak memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam meringankan permasalahan di Afghanistan. Kesepakatan tersebut dicapai saat Xi melakukan pembicaraan via telepon dengan Putin pada, Rabu (24/8/2021) waktu setempat.
Baca Juga:China Minta Warganya di Afghanistan Patuhi Aturan Islami
Dalam percakapan tersebut, Xi mengatakan, China mendorong semua faksi di Afghanistan membangun kerangka kerja politik inklusif dengan melibatkan beberapa pihak yang lebih luas. Menurutnya, Afghanistan harus bisa mengambil kebijakan dalam dan luar negeri yang moderat. Sekaligus memutus hubungan dengan semua kelompok teroris agar bisa bergaul dengan dunia internasional, terutama negara tetangga.
Xi menghormati kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas wilayah Afghanistan. China juga ingin berperan konstruktif dalam mendukung penyelesaian konflik politik di Afghanistan.
Sementara, Putin berpendapat situasi di Afghanistan saat ini sebagai bentuk kegagalan kekuatan eksternal yang memaksakan sistem politik di suatu negara. Alhasil, kata dia, berujung pada kehancuran dan malapetaka pada negara tersebut.
Baca Juga:Taliban Minta Jepang Turut dalam Pembangunan Afghanistan
Kedua presiden tersebut hendak memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam meringankan permasalahan di Afghanistan. Kesepakatan tersebut dicapai saat Xi melakukan pembicaraan via telepon dengan Putin pada, Rabu (24/8/2021) waktu setempat.
Baca Juga:China Minta Warganya di Afghanistan Patuhi Aturan Islami
Dalam percakapan tersebut, Xi mengatakan, China mendorong semua faksi di Afghanistan membangun kerangka kerja politik inklusif dengan melibatkan beberapa pihak yang lebih luas. Menurutnya, Afghanistan harus bisa mengambil kebijakan dalam dan luar negeri yang moderat. Sekaligus memutus hubungan dengan semua kelompok teroris agar bisa bergaul dengan dunia internasional, terutama negara tetangga.
Xi menghormati kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas wilayah Afghanistan. China juga ingin berperan konstruktif dalam mendukung penyelesaian konflik politik di Afghanistan.
Sementara, Putin berpendapat situasi di Afghanistan saat ini sebagai bentuk kegagalan kekuatan eksternal yang memaksakan sistem politik di suatu negara. Alhasil, kata dia, berujung pada kehancuran dan malapetaka pada negara tersebut.
Baca Juga:Taliban Minta Jepang Turut dalam Pembangunan Afghanistan