Tips Jaga Kesehatan untuk Antisipasi Long Covid-19
Dwitisya Rizky Desindatika
Kamis, 26 Agustus 2021 - 17:39 WIB
Pasien dengan Covid-19 menjalani isolasi mandiri Foto: Langit7.id/Istock
Long Covid-19 adalah kondisi saat seseorang masih merasakan gejala meski sudah dinyatakan sudah negatif Covid-19. Dua gejala yang dialami yakni gangguan pernafasan dan gangguan penciuman atau anosmia.
Dokter spesialis penyakit dalam dari Universitas Indonesia dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD, dalam sharing session virtual, Kamis (26/8/2021), membagikan beberapa tips agar tidak terjadi long Covid-19. usai dinyatakan sembuh dari Covid-19.
"Masalah pernafasan misalnya masih sesak, merasa capek saat jalan jauh atau naik tangga, itu masih mungkin. Gangguan penciuman, misalnya anosmia berhari-hari atau berminggu-minggu, bahkan ada laporan sampai 6 bulan," kata dr. Rudy.
Penanganan long Covid-19. tidak sama bagi setiap individu dan gejalanya. Namun secara umum, dr. Rudy mengatakan bahwa individu harus memastikan bahwa dirinya telah menjalani aktivitas yang sehat.
"Artinya, olahraganya harus optimal. Kemudian makanan juga sehat dengan membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak, serta memperhatikan porsi makan," kata dr Rudy.
Porsi makan yang dianjurkan , menurutnya, adalah setengah porsi sayur dan buah, seperempat porsi karbohidrat, dan seperempat porsi protein dan lemak.
"Tentu akan lebih baik jika lemaknya adalah lemak tidak jenuh," imbuhnya.
Dokter spesialis penyakit dalam dari Universitas Indonesia dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD, dalam sharing session virtual, Kamis (26/8/2021), membagikan beberapa tips agar tidak terjadi long Covid-19. usai dinyatakan sembuh dari Covid-19.
"Masalah pernafasan misalnya masih sesak, merasa capek saat jalan jauh atau naik tangga, itu masih mungkin. Gangguan penciuman, misalnya anosmia berhari-hari atau berminggu-minggu, bahkan ada laporan sampai 6 bulan," kata dr. Rudy.
Penanganan long Covid-19. tidak sama bagi setiap individu dan gejalanya. Namun secara umum, dr. Rudy mengatakan bahwa individu harus memastikan bahwa dirinya telah menjalani aktivitas yang sehat.
"Artinya, olahraganya harus optimal. Kemudian makanan juga sehat dengan membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak, serta memperhatikan porsi makan," kata dr Rudy.
Porsi makan yang dianjurkan , menurutnya, adalah setengah porsi sayur dan buah, seperempat porsi karbohidrat, dan seperempat porsi protein dan lemak.
"Tentu akan lebih baik jika lemaknya adalah lemak tidak jenuh," imbuhnya.