Menkes Malu Dengar Orang Indonesia Berobat ke Malaysia
Fajar adhitya
Selasa, 28 Februari 2023 - 22:31 WIB
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin. Foto: Kemenkes.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin merasa malu mendengar ada orang Indonesia lebih memilih Malaysia untuk berobat. Dia merasa gagal menjadi menteri bila masih ada masyarakat yang lebih percaya dengan penanganan kesehatan di luar negeri.
“Aku sih mohon maaf... agak gengsi juga, (masyarakat) kita di bawa ke Malaysia itu gengsi. Jadi Menteri Kesehatan, kayaknya kita gagal juga,” kata Budi Gunadi saat berbicara pada peringatan Hari Penyakit Langka Sedunia (HPLS), Selasa (28/2/2023) yang digelar Yayasan MPS dan Penyakit Langka Indonesia.
Baca juga: Peringatan HPLS Dorong Ketersediaan Akses Pengobatan Penderita
Pernyataan tersebut disampaikan Budi Gunadi merespons curahan hati seorang ibu dengan anak penderita penyakit langka. Seorang ibu asal Batam berkisah kepada Menkes soal anaknya yang didiagnosis mengidap penyakit langka.
Ibu dari anak bernama Mathew itu mengaku lebih memilih memeriksakan anaknya ke Malaysia karena alasan kelengkapan fasilitas, waktu, dan jarak apabila dibawa ke Jakarta. Namun, kini pengobatannya sudah dilaksanakan di Indonesia.
“(Seolah) Menteri Kesehatan Indonesia enggak bisa ngurus orang Indonesia, sehingga mesti pergi ke Malaysia, kita malu,” tutur Budi Gunadi.
“Atau kayak kemarin, soal bone marrow transplant, Indonesia (punya) 5, Malaysia sudah berapa ratus, Vietnam berapa puluh, Myanmar saja 8, kita malu. Padahal buat leukimia anak-anak kan harusnya bone marrow yang dilakukan. Menkesnya kan malu kalau ketemu sama Menkes Myanmar,” imbuhnya.
“Aku sih mohon maaf... agak gengsi juga, (masyarakat) kita di bawa ke Malaysia itu gengsi. Jadi Menteri Kesehatan, kayaknya kita gagal juga,” kata Budi Gunadi saat berbicara pada peringatan Hari Penyakit Langka Sedunia (HPLS), Selasa (28/2/2023) yang digelar Yayasan MPS dan Penyakit Langka Indonesia.
Baca juga: Peringatan HPLS Dorong Ketersediaan Akses Pengobatan Penderita
Pernyataan tersebut disampaikan Budi Gunadi merespons curahan hati seorang ibu dengan anak penderita penyakit langka. Seorang ibu asal Batam berkisah kepada Menkes soal anaknya yang didiagnosis mengidap penyakit langka.
Ibu dari anak bernama Mathew itu mengaku lebih memilih memeriksakan anaknya ke Malaysia karena alasan kelengkapan fasilitas, waktu, dan jarak apabila dibawa ke Jakarta. Namun, kini pengobatannya sudah dilaksanakan di Indonesia.
“(Seolah) Menteri Kesehatan Indonesia enggak bisa ngurus orang Indonesia, sehingga mesti pergi ke Malaysia, kita malu,” tutur Budi Gunadi.
“Atau kayak kemarin, soal bone marrow transplant, Indonesia (punya) 5, Malaysia sudah berapa ratus, Vietnam berapa puluh, Myanmar saja 8, kita malu. Padahal buat leukimia anak-anak kan harusnya bone marrow yang dilakukan. Menkesnya kan malu kalau ketemu sama Menkes Myanmar,” imbuhnya.