Ahli Ungkap Penyebab Fenomena Cuaca yang Sangat Langka di Indonesia
Muhajirin
Rabu, 01 Maret 2023 - 23:00 WIB
Ilustrasi cuaca ekstrem (Foto: Istimewa)
Peneliti Klimatologi dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, mengungkap penyebab fenomena cuaca sangat langka yang terjadi di Indonesia saat ini.
“CENS dan Vorteks Borneo Mengapa hujan deras persisten disertai angin kencang melanda sebagian besar Indonesia saat ini? Saya akan fokus menjelaskan penyebab yg berkaitan dengan fenomena utama pada skala meso yg memiliki radius 2-200 km,” kata Erma dalam sebuah paparan di akun twitter-nya, Rabu (1/3/2023).
Saat ini, ada dua fenomena utama yang terjadi di Laut China Selatan. Pertama, CENS yaitu penguatan angin dari utara yang memiliki kecepatan rata-rata di atas 5 m/det di wilayah Laut China selatan bagian selatan dekat Laut Jawa.
Baca Juga:Arab Saudi Diguyur Hujan Lebat, Tanah Gersang Mendadak jadi Danau
“Berdasarkan pantauan, indeks CENS mulai aktif sejak 21 Februari hingga sekarang. Angin dari utara yang kuat ini telah berperan memperkuat angin monsun hingga 2-3 kali lipat semula, sehingga memengaruhi angin kencang yg marak terjadi saat ini,” ucapnya.
Kedua, vorteksBorneo. Vorteks adalah pusaran angin yang memiliki radius putaran pada skala meso, yaitu antara puluhan hingga ratusan kilometer. Saat ini, vorteks Borneo mulai terbentuk dekat ekuator di atas Laut China Selatan.
Lalu, bagaimana jika CENS dan Vorteks Borneo ini saling berinteraksi? Hal ini telah ditulis oleh Chang (2003) yang menyebutkansoal pembentukan Taifun (siklon tropis) vamei di ekuator dekat Singapura-Batam pada 27 Desember 2001.
“CENS dan Vorteks Borneo Mengapa hujan deras persisten disertai angin kencang melanda sebagian besar Indonesia saat ini? Saya akan fokus menjelaskan penyebab yg berkaitan dengan fenomena utama pada skala meso yg memiliki radius 2-200 km,” kata Erma dalam sebuah paparan di akun twitter-nya, Rabu (1/3/2023).
Saat ini, ada dua fenomena utama yang terjadi di Laut China Selatan. Pertama, CENS yaitu penguatan angin dari utara yang memiliki kecepatan rata-rata di atas 5 m/det di wilayah Laut China selatan bagian selatan dekat Laut Jawa.
Baca Juga:Arab Saudi Diguyur Hujan Lebat, Tanah Gersang Mendadak jadi Danau
“Berdasarkan pantauan, indeks CENS mulai aktif sejak 21 Februari hingga sekarang. Angin dari utara yang kuat ini telah berperan memperkuat angin monsun hingga 2-3 kali lipat semula, sehingga memengaruhi angin kencang yg marak terjadi saat ini,” ucapnya.
Kedua, vorteksBorneo. Vorteks adalah pusaran angin yang memiliki radius putaran pada skala meso, yaitu antara puluhan hingga ratusan kilometer. Saat ini, vorteks Borneo mulai terbentuk dekat ekuator di atas Laut China Selatan.
Lalu, bagaimana jika CENS dan Vorteks Borneo ini saling berinteraksi? Hal ini telah ditulis oleh Chang (2003) yang menyebutkansoal pembentukan Taifun (siklon tropis) vamei di ekuator dekat Singapura-Batam pada 27 Desember 2001.